A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

603 rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

bag humas Bagian Humas dan Protokol

Mertoyudan (humprot) – Berbagai pihak dikerahkan untuk mewujudkan program pembangunan 1 juta rumah. Mulai dari Bank BTN, Perumnas, BPJS Ketenagakerjaan ,pemerintah daerah maupun lainnya, semua akan digerakkan. Hal tersebut dikemukakan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Dr Ir Moch Basuki Hadimuljono MSc dalam sosialisasi dan upaya percepatan program pembangunan sejuta rumah di Grand Artos Hotel and Convention Mertoyudan Magelang, Kamis (11/6). Menurut menteri PU, dari 1 juta rumah, 603 rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilaksanakan oleh APBN melalui Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, Bank BTN, Perumnas, APERSI maupun lainnya. Sisanya 400 ribuah dilaksanakan oleh pihak pengembang seperti REI dan lain sebagainya. Basuki juga menambahkan APBN ada 8,1 trilyun untuk penyediaan perumahan, FLPP 5,1 trilyun, Bapertarum 9,4 trilyun, Perumnas minimal 1 trilyun, BPJS 38 trilyun. Ini uang digerakkan semua äda resourcenya, ujarnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Jateng Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan terkait program 1 juta rumah, di Jawa terutama di Jawa Tengah lahan memang tidak mudah, oleh karena itu rumah susun perlu diperkenalkan kepada masyarakat. “Bukan sekedar rumah susunnya, tetapi menyangkut kultur juga”, ujarnya. Kalau tidak biasa tinggal di rusun mungkin rasanya belum punya rumah, tetapi realitas lahan yang ada memang sudah harus kita berpikir, tambahnya. Untuk perijinan, pemprov jateng beserta bupati maupun walikota akan mencermati agar perijinan tidak menjadi kendala yang tidak perlu. Karena masing-masing kabupaten/kota sekarang sudah punya sistem perijinan 1 pintu yang harapannya para kepala daerah lebih mudah mengendalikan apalagi khusus pembangunan MBR tentunya layak untuk mendapatkan perhatian khusus.
Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP mengatakan kebutuhan akan papan merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, selain sandang dan pangan. Namun begitu kebutuhan yang dirasakan sangat penting ini belum semua warga masyarakat dapat memenuhinya. Hal ini dikarenakan banyak faktor penyebabnya yang antara lain adalah : penghasilan yang relatif kecil dan tidak tetap, nilai inflasi dan biaya hidup yang semakin tinggi, ketersediaan lahan yang terbatas sehingga menyebabkan tingginya  harga tanah, serta semakin mahalnya harga material bangunan.
Masih banyak warga yang berpenghasilan kecil seperti buruh, nelayan, PNS dan lainnya yang sampai hari ini belum mempunyai rumah sendiri. Inilah yang menjadi keprihatinan pemerintah dan juga keprihatinan kita bersama atas kondisi tersebut. Hal tersebut sangat sejalan dan selaras dengan Visi Misi yang ingin mewujudkan Kabupaten Magelang yang Semakin Sejahtera, Maju dan Amanah atau yang lebih dikenal dengan SEMANAH. 
Kami menempatkan program pembangunan perumahan di Kabupaten Magelang menjadi bagian dari salah satu visi misi kami, yaitu Sejahtera.