A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ampyang “Putra Sari Jaya”Wonosari Muntilan Bikin Ketagihan.

Bag.Humas dan Protokol Bagian Humas dan Protokol

Ampyang “Putra Sari Jaya”Wonosari Muntilan Bikin Ketagihan.
Salah satu makanan tradisional khas Muntilan adalah “ampyang” atau  gula kacang, Makanan ini  merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Salah satu produk ampyang yang cukup terkenal saat ini adalah produksi “Putra Sari jaya” yang berada di desa Wonosari, Kelurahan Gunungpring, Muntilan.  Rasanya yang manis  dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan keluarga.







Gula kacang ialah jenis camilan ringan yang banyak disukai masyarakat. Baik anak kecil atau orang tua. Kerenyahan serta gurihnya rasa gula kacang membuat camilan ini tak pernah terlupakan. Dari jaman dulu hingga masa kini.
Camilan gula kacang sendiri, umumnya dibuat dari bahan utama yakni gula kacang yang dicampur dengan gula jawa dengan ditambah jahe, dan garam sangat sederhana cara pengolahannya, rasa gula kacang memiliki cita rasa yang, Manis, gurih dengan aroma khas dari kacang yang nikmat.
Seiring dengan tingginya permintaan konsumen pada jenis dan variasi dari gula kacang, muncullah berbagai ide dan variasi terbaru dari para pengusaha kreatif di masa ini. Lain waktu, olahan gula kacang ini juga dijadikan warga sebagai buah tangan bagi keluarganya ketika sedang berkunjung ke salah satu daerah di Muntilan.Gula kacang yang diusung menjadi produknya itu sebenarnya merupakan produk khas di daerah Muntilan.
“Kami buat tampilan produk kami agar terlihat lebih menarik bagi masyarakat luas. Dari sana lahirlah bisnis gula kacang dengan “Putra Sari Jaya “, Wonosari Muntilan, Jelas Bu sarminah pemilik perusahaan Gula kacang dan aneka makanan kecil.
Pada awalnya menjalankan bisnis ini, modal awal yang dikeluarkan tidaklah begitu besar. Modal yang dibutuhkan mereka hanya untuk membeli peralatan memasak dan alat produksi lainnya termasuk di dalamnya alat untuk mengemas produk.
Berjalan kurang lebih tujuh bulan, usahanya kini sudah dirasa dapat menghasilkan dan memberikan keuntungan menggiurkan bagi usahanya.
“Omzet perbulan ya cukup buat memenuhi hidup sehari-hari,” kata Bu sarminah, disingung mengenai omzet per bulannya dengan politis beliau menjawab.
“Namanya bisnis, ya tidak tentu. kadang ramai kadang sepi mas,” tambahnya lagi.
Bila membicarakan target pasar, beliau mengatakan, semua golongan masyarakat dapat mengonsumsi produknya. Akan semakin menarik bagi  sebagian kalangan masyarakat yang memiliki hobi makan manis.
Dalam pengemasannya, beliau  berusaha membuat sebuah kemasan yang mudah dibawa. Sehingga bisnis ini juga dapat dijadikan salah satu oleh-oleh bagi para pelancong yang berlibur ke Kabupaten Magelang. “Bisa juga untuk mereka yang ingin membawa produk“Putra Sari Jaya “,  ini sebagai snack untuk menemani perjalanannya,” ujarnya.
“Intip Goreng” Bu Sarminah Muntilan Hadirkan Rasa Manis Hingga Pedas
Jangan berkonotasi dengan hal-hal yang negatif. Meski dengan kata-kata “Intip”, tetapi ada satu jenis makanan yang super murah dan banyak dijumpai bahkan digemari oleh masyarakat Kabupaten Magelang, yakni camilan “Intip”.
Makanan kerak nasi atau lebih dikenal dengan “intip” biasanya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dan bahkan banyak ditemui dikampung-kampung, hanya untuk dikonsumsi sendiri.
Namun seiring dengan animo masyarakat yang gemar dengan makanan camilan ini, Bu Sarminah bersama dengan kedua orang anaknya, ditambah 3 (tiga) karyawan memproduksi jenis makanan ini dalam jumlah yang besar. Warga dusun Wonosari Rt 03/RW 21, Blongkeng, Kecamatan Muntilan ini. Membuat intip yang berukuran besar, yakni berdiameter sekitar 20-25 cm, variasi rasa intip ini pun beragam yakni pedas, gurih, manis,
“Banyak yang bilang kalau intip kami lebih gurih dan renyah dibandingkan dengan intip yang sudah ada dari zaman dulu. Nasi sebagai bahan baku pembuatan intip ini lebih bagus sehingga mempengaruhi rasa intip,”Ungkap bu Sarminah.
Menurutnya meski intip ini dibuat super jumbo, namun harganya sangat terjangkau. Ia mengatakan sudah lama sekali menjalankan usaha ini, dan sampai sekarang permintaan usaha intip goreng ini semakin meningkat. Saat ini, intip gorengnya sudah dikirim atau bahkan diambil oleh para pedagang dipasar Muntilan, atau di Toko oleh-oleh di Magelang.
Sementara terkait cara pembuatan intip ini, memakai “Ketel” yang sudah diisi dengan nasi berbumbu ditutup dan diletakkan diatas api. Alat pemasak tersebut akan menghasilkan panas yang merata, setelah nasi dalam ketel mengering, kerak nasi kemudian dijemur dibawah terik matahari hingga kering, untuk selanjutnya kerak nasi digoreng dan dibumbui kembali dengan berbagai rasa.

Kue “Koyah” Makanan Tradisional yang ngangeni
Selain beberapa produksi yang sudah ada, Bu Sarminah juga memproduksi kue “Satru” atau kue “Koyah”. Camilan ini  telah lama dikenal di Indonesia terutama diJawa Tengah dan Jawa Timuran. Kue manis ini juga dikenal oleh masyarakat betawi. Kue ini  juga menjadi salah satu kue oleh-oleh khas Kabupaten Magelang.

Kue koyah termasuk kue tradisional yang biasa disajikan saat-saat tertentu seperti hajatan atau lebaran. Bentuknya kue ini ada yang kotak, tabung seperti mangkok. Bahan dasar kue ini yakni tepung kacang hijau atau juga bisa memakai tepung berisi beras ketan.
Namun sekarang keberadaan kue tradisional ini kurang populer tidak seperti aneka kue kering lainnya. Padahal rasa kue yang satu ini cukup enak dan memiliki rasa yang khas. Selain itu cara membuat kue ini juga relatif mudah.
Bu Sarminah juga menerangkan cara membuat kue satru atau koyah, yakni sangrai kacang hijau dan buang kulitnya kemudian dihaluskan dengan blender atau ditumbuk sampai benar-benar halus. Masukkan gula halus, kedalamnya ditambah sedikit air dan vanilla, aduk sampai rata kemudian diayak.
Ambil cetakan kue satru atau koyah kemudian masukkan adonan untuk dicetak. Tekan adonan agar padat, kemudian keringkan diatas sinar matahari hingga kering, kemudian dikemas.***) Widodo Anwari