A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

APEL KESIAPAN PENANGANAN BENCANA ALAM

Bagian Humas & Protokol Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 2 Maret 2016
Wilayah Kabupaten Magelang apabila ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi terjadinya bencana alam yang cukup tinggi, terutama longsor, angin puting beliung dan banjir. Meskipun bencana tersebut tidak kita harapkan, namun kita harus terus dan tetap siap siaga dan selalu waspada apabila sewaktu– waktu hal itu terjadi. Untuk itulah pada kesempatan yang berbahagia ini, kami ingin menyampaikan, bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, SAR maupun instansi terkait semata, namun kita semua harus menyadari, bahwa tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama selaku masyarakat Kabupaten Magelang. Demikian dikatakan oleh Bupati Magelang, Zaenal Arifin, SIP. dalam sambutannya dihadapan peserta Apel Siaga Bencana yang dipusatkan  di Lapangan DrH Soepardi Kota Mungkid (TadiPagi-red).

Dengan dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Ketua FKPD Kabupaten Magelang, Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Relawan se-Kabupaten Magelang. Juga dihadiri oleh Dandim, Kapolres Magelang.

Kegiatan ini merupakan apel gelar kekuatan ini selain sebagai bentuk kesiapan aparatur dalam menghadapi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Magelang pada khususnya, namun juga sekaligus merupakan bentuk sinergitas TNI, Polri, Pemda serta semua potensi yang ada di dalam masyarakat termasuk para Relawan Kabupaten Magelang.

“Apabila kita berbicara tentang penanggulangan bencana, maka setidaknya ada 3 (tiga) hal pokok dan teknis yang tidak dapat kita tinggalkan dan benar-benar perlu menjadi perhatian kita bersama,” tandas Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP.


Bupati juga menandaskan bahwa tidak boleh lengah dengan kondisi ini, sekalipun berada pada kondisi aman,  namun perlu mengantisipasi melalui penyusunan rencana penanggulangan bencana yang baik (good disaster management plan) sebagai bentuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana, di mana dalam kegiatan ini meliputi Pengaktifan pos-pos siaga bencana dengan segenap unsur pendukungnya, Pelatihan siaga/simulasi/gladi/teknis bagi setiap sektor, serta penyiapan sarana lainnya.

“Kondisi tanggap darurat bencana, yaitu pada saat terjadinya bencana. Penanganan bencana yang tepat diharapkan dapat meminimalkan jumlah korban baik jiwa maupun material. Hal ini terkait dengan poin nomor satu di atas, apabila perencanaan penanganan bencana telah tersusun dengan baik maka tindakan operasional pada saat terjadinya bencana dapat dilaksanakan dengan segera, mengingat segala sesuatunya telah dipersiapkan sebagai bentuk antisipasi, yang meliputi Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumberdaya, Penentuan status keadaan darurat bencana serta penyelamatan dan pemulihan sarana prasarana vital yang ada.” Ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa berbagai hal yang disampaikan di atas dan semua yang terkait dengan penanggulangan bencana alam adalah menjadi tanggung jawab bersama, dan peran aparatur yang ada menjadi tulang punggung bagi penanggulangan bencana tersebut. *)Widodo Anwari Humas & Protokol setda Kabupaten Magelang.