A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Bincang-bincang dengan : Drs. Endra Endah Wacana, Ketua Harian HUT Kota Mungkid Ke-33

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Bincang-bincang dengan :  
Drs. Endra Endah  Wacana, Ketua Harian  HUT Kota Mungkid Ke-33

“Kita Gali Terus Budaya Kabupaten Magelang”

Perayaan HUT Kota Mungkid Ke-33 menjadi momentum merajut kebersamaan dan kedamaian antar warga  dalam membangun Kota Mungkid.‎ Hal itu selaras dengan tema HUT yakni “Kita Jalin Persatuan dan Kesatuan Masyarakat Melalui Seni dan Budaya Menuju Magelang Gemilang”, Apresiasi diberikan kepada  seluruh komponen warga masyarakat yang telah ikut mendorong  kedamaian, kebersamaan, merajut persatuan dan kesatuan yang merupakan modal utama  membangun Kota Mungkid. 

“Ini menjadi komitmen kita bersama didalam  menyelesaikan Kota Mungkid yang maju, sejahtera, dan amanah, sesuai visi misi Kabupaten Magelang. Ujar Drs. Endra Endah Wacana, Ketua Harian HUT Kota Mungkid Ke-33,” ujarnya. 

Disinggung mengenai makna dari thema tersebut, pihaknya mengatakan bahwa, Kota Mungkid  dibangun atas kerja sama dan semangat bersama. Kebersamaan, kedamaian merajut persatuan dan kesatuan di Kabupaten yang heterogen. Tema ini dimaksudkan agar dapat menyadarkan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Magelang untuk ikut handarbeni demi kemajuan Kota Mungkid sebagai Kota Budaya dan Kota Pemerintahan dengan tidak meninggalkan budaya lokal demi kemajuan Kabupaten Magelang.

Pihaknya juga mengatakan bahwa,  untuk menjaga persatuan dan kesatuan setiap masyarakat  harus melaksanakan perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan. Perilaku yang mencerminkan perwujudan persatuan dan kesatuan dalam keluarga, sekolah, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ini sanngatlah penting dilakukan.  

Sementara mengenai Kota Mungkid, yang  bernuansa pedesaan pihaknya mengatakan bahwa dengan Nuansa Pedesaan dan mengedepankan kearifan Lokal “Local Wisdom”, menurutnya  Kearifan lokal juga dapat dimaknai sebuah pemikiran tentang hidup. Pemikiran tersebut dilandasi nalar jernih, budi yang baik, dan memuat hal-hal positif. Kearifan lokal dapat diterjemahkan sebagai karya akal budi, perasaan mendalam, tabiat, bentuk perangai, dan anjuran untuk kemuliaan manusia. Penguasaan atas kearifan lokal akan mengusung jiwa mereka semakin berbudi luhur. 

Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif. Cakupan kearifan lokal cukup banyak dan beragam sehingga sulit dibatasi oleh ruang. Kearifan tradisional dan kearifan kini berbeda dengan kearifan lokal. Kearifan lokal lebih menekankan pada tempat dan lokalitas dari kearifan tersebut sehingga tidak harus merupakan sebuah kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal bisa merupakan kearifan yang belum lama muncul dalam suatu komunitas sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan alam dan interaksinya dengan masyarakat serta budaya lain. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional karena dia dapat mencakup kearifan masa kini dan karena itu pula lebih luas maknanya daripada kearifan tradisional. 
Gali Potensi Budaya Yang Ada
Disinggung mengenai keterlibatan masyarakat, pihaknya melibatkan semua unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Magelang.  Masyarakat juga dilibatkan  dan kedepan semua Instansi yang ada Di Kota Mungkid semuaanya di libatkan. Misal, Polres, Kejaksaan, Pengadilan dan dunia perbankan. Jadi tidak hanya SKPD namun semua yang ada di Kota Mungkid terlibat dalam pelakasanaan HUT Kota Mungkid 33 ini.  “Masyarakat  harus merasa  memiliki Kota Mungkid dan ikut berpartisipasi didalam penyelenggaraan HUT Kota Mungkid. Namun  partisipasi Masyarakat, Sementara ini baru kita libatkan dalam hal kebersihan, kemudian waktu tirakatan juga kita undang, bahkan waktu ada  seminar kita jadikan narasumber, karena mereka yang  mempunyai Kota Mungkid. Memang, keterlibatan masyarakat dalam bidang olah raga  belum ada. Karena olah raga hanya dilakukan oleh SKPD yang melibatkan semua unsur pemerintah, Polri maupun TNI.

Mengenai keadaan Kota Mungkid yang masih Sepi jika dibandingkan dengan Ibukota Yang lainnya, dia  mengatakan bahwa Kota Mungkid memang didesign dengan pembangunan yang memperhatikan konservasi, sehingga memperhatikan keseimbangan ekosistem yang ada. Kota mungkid didorong menuju kota yang menjaga keseimbangan alam yang bernuansa pedesaan dan budaya local serta tidak bisa dilepaskan keberadaan Candi Borobudur sebagai obyek berskala Internasional. 

Ide-ide dan prakarsa yang berguna bagi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Magelang, sekaligus bisa menjadi penyemangat atas komitmen untuk selalu berusaha semakin keras dan bersinergi untuk mewujudkan program-program kerja kita sebagaimana yang telah digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019, yang semua itu, pada akhirnya nanti demi untuk mensejahterakan dan memakmurkan seluruh warga masyarakat Kabupaten Magelang.

Ditegaskan pula bahwa untuk menyusun sebuah strategi untuk menjadikan Kota Mungkid sebagai milik semua masyarakat di Kabupaten Magelang, Hal ini dapat diwujudkan dengan cara memberikan ruang lingkup yang lebih besaar kepada masyarakat untuk beraktifitas dan berinteraksi di Kota Mungkid. Oleh Sebab itu perlu dilakukan pengkayaan fungsi Kota Mungkid disamping sebagai pusat pemerintahan juga menjadi tempat bertemu dan bersilaturahminnya seluruh masyarakat.Selamat Hari Jadi Kota Mungkid Ke-33!!!***)Widodo Anwari