A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Bupati Magelang : Pedagang Holtikultura Harus Jujur.

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Bupati Magelang : Pedagang Holtikultura Harus Jujur.

Kota Mungkid, 2 Mei 2016
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, SIP  mengajak para petani dan pedagang tembakau jujur dalam proses penjualan tembakau untuk menjaga kualitas yang berdampak pada peningkatan harga.

"Inilah yang mungkin para petani dan pedagang lakukan untuk menjaga kualitas Sayuran ini. Jadi kalau tanaman holtikultura itu berasal dari luar Magelang katakan dengan jujur," katanya di hadapan puluhan Pedagang Petani Pengolah  Holtikultura  dalam acara peresmian Gedung Asosiasi Petani-Pengolah Holtikultura ASPPEHORTI Jawa Tengah. Di Grabag (1/5)
  
Ia menuturkan kalau memang bukan dari Magelang  sebut saja sayuran ini  dari Kendal, Boyolali, Klaten, NTB atau Jember. Sebutkan saja maka itu nanti menjadi kualitas kejujuran.

Selama ini, katanya pemerintah diminta untuk punya integritas, maka pedagang, petani juga harus punya integritas sehingga kejujuran ini yang bisa dipakai untuk menjaga kualitas Sayuran Magelang. 

Ia mengatakan Tanaman Holtikultura Kab. Magelang  terkenal dengan kualitasnya, hal ini perlu dijaga. Di tengah ekonomi global seperti ini maka kemitraan menjadi penting.

"Saya mencoba menjembatani agar serapan pembelian Hasil Pertanian  tinggi dengan harga bagus. Ada permintaan dari pabrikan kualitas sayuran  harus bagus," ucapnya.

Bupati Magelang menyambut baik kemitraan yang dilakukan perusahaan makanan  dengan petani di Magelang  untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Model ini diharapkan bisa dikembangkan di daerah lain, namun ke depan harus ada kontrak antara petani atau kelompok tani dengan pabrik.

Kontrak tersebut antara lain berisi ketentuan kualitas macam, jenis sayuran yang dijual ke pabrik dan pabrik membeli dengan harga yang mahal.

"Jika kualitas tidak memenuhi ketentuan, pabrik bisa menolak tetapi jika memenuhi harus dibeli," tuturnya.

Cepat Rusak.

Seperti diketahui bahwa tanaman Holtikultura meliputi, Sayuran, umbi,  seperti bawang merah, bawang putih dan kentang penanganannya agak lebih mudah, karena lebih tahan lama apabila disimpan pada tempat yang kering. Sayuran daun dan sayuran buah memerlukan penanganan yang cepat setelah dipanen dan pendistribusian segera mungkin sampai konsumen agar kesegarannya terjamin. Begitu juga halnya dengan tanaman hias potong harus segera didistribusikan sampai ke konsumen setelah dipotong.

Produk buah-buahan (pepaya, jeruk, pisang, mangga dan lainnya) perlu diperhatikan kesegarannya, penampilan baik dan utuh, sehingga penanganan dan pendistribusian perlu segera dan hati-hati sampai ke konsumen akhir atau industri atau eksportir. Buah-buahan yang tidak segar/rusak akan menurunkan harga.

Sifat produk yang demikian memerlukan pemasaran yang cepat sampai ke konsumen akhir, maka petani yang mengusahakan produk hortikultura harus berorientasi agribisnis. Maksudnya, petani sebelum melakukan budidaya komoditas hortikultura harus mencari pasar dulu, caranya komoditas hortikultura apa saja yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat dan di mana, agar saat panen sudah ada konsumen yang membeli dengan harga yang wajar/menguntungkan.  

Namun sampai saat ini, sebagian besar petani mempunyai masalah belum mampu menjual hasil produknya langsung kepada konsumen, melainkan masih bergantung kepada para pedagang perantara/pengumpul yang datang menjemput di lokasi. Kondisi ini membuat petani hanya sebagai penerima harga dan bukan penentu harga. Dengan demikian posisi tawar petani sangat lemah karena harga dan keberlanjutannya ditentukan oleh pedagang perantara/pengumpul yang biasanya sangat murah, sehingga tidak dapat untuk meningkatkan pendapatan.***) Widodo Anwari/ Humas Protokol Setda Kabupaten Magelang.