A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Bupati Magelang Perketat Ijin Warnet

Widodo Anwari/Humas Protokol Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid,


Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP mengaku prihatin ketika anak-anak muda kerapkali diidentikan dengan ganja, sementara kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga masih cukup tinggi. Faktor tingginya penyebaran dan pemakaian narkoba (ganja) di kalangan anak muda tentu bisa menjadi pemicu maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak.

Pemahaman akan bahaya (efek negatif) teknologi informasi melalui berbagai media sosial yang mengandung konten pornografi, cyber sex, faham radikal serta aliran sesat tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tapi orang tua juga perlu mendapat pembelajaran.

Untuk mencegah korban kekerasan dan seksual terhadap anak-anak,  seperti yang akhir-akhir ini marak di berbagai daerah, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP perketat ijin warung internet dan game online. Sementara Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (Bapermaspuan dan KB), bentuk satuan perlindungan masyarakat (linmas) sahabat anak.

“Kami prihatin dengan banyaknya anak-anak yang menjadi korban kekerasa. Apalagi kekerasan seksual, “ucap Bupati  saat mengukuhkan Satuan Linmas Sahabat Anak di Balai Desa Ngablak, Senin (30/5).

Zaenal menegaskan kepada perangkat desa,  kecamatan, untuk mengawasi keberadaan warnet dan game online di masing-masing wilayahnya. Sementara bagi pengelola,  diharapkan  bijak dalam menerapkan aturan,  terutama menyangkut waktu.

“Kami minta Jangan saat jam sekolah, menerima anak-anak sekolah,  karena pengaruh internet sangat besar terhadap perilaku dan perkembangan karakter anak-anak dan generasi muda pada khususnya, "jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Daerah bersama instansi terkait akan memperhatikan keberadaan warnet dan game online.“Kami juga akan memperketat terhadap perijinannya, “ tegas Zaenal.


Menyangkut satuan linmas sahabat anak, Bupati menyambut baik. Dia berharap hal semacam ini, tidak hanya di Kecamatan Ngablak yang dibentuk, tapi juga kecamatan-kecamatan lain.

"Kami sangat mendukung, apalagi ini merupakan tindak lanjut dari program desa dan kecamatan layak anak. Kecamatan lain juga harus melakukan hal yang sama," pintanya.

Sementara Kepala Bapermaspuan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti SKM, M.Kes mengatakan, bahwa permasalahan anak-anak bagaikan fenomena gunung es. Permasalahan perlindungan anak belakangan ini banyak muncul ke permukaan. Namun sebenarnya, hal itu hanya permukaan saja. Sebenarnya, masih banyak yang belum terungkap karena berbagai faktor.

“Dan yang perlu ditegaskan  bahwa perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,"paparnya.

Dia menyebutkan sebanyak 30 persen warga Kabupaten Magelang, terdiri dari anak-anak mulai usia 0 hingga 18 tahun. Disini peran linmas untuk ikut mewujudkan kabupaten magelang layak anak, kecamatan layak anak dan desa ramah anak sangat besar. “Kita tahu potensi kekerasan anak bisa dimana dan kapan saja. Maka peran linmas dalam pengawasan terhadap lingkungan, menjadi sangat penting, “pungkas Retno.

Peduli Pada Anak.
Bupati juga meminta semua pihak harus peduli terhadap perlindungan dan tumbuh kembang anak.

"Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menunjukan kepedulian terhadap anak, diantaranya dengan menciptakan suasana kondusif," katanya. Kepedulian terhadap anak, kata dia, tidak hanya kewajiban pemerintah saja, tapi semua komponen termasuk pengusaha, tokoh agama, pemuka masyarakat serta warga.

"Mari kita bergandeng tangan dalam mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak serta memberikan jaminan pemenuhan anak tanpa diskriminatif," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah, pengusaha, pendidik, pers, individu harus masuk dalam gerakan ini, kita bisa mulai dari tindakan yang kecil da sederhana, yaitu mau menjadi sahabat bagi anak-anak.

"Yang tidak juga kalah penting anak perlu diberi kebebasan tapi tetap dalam pengawasan untuk mencegah terjadi hal tak diinginkan seperti pergaulan yang salah ataupun kekerasan," katanya.**) Widodo Anwari Humas dan Protokol setda Kabupaten Magelang.