A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Bupati Magelang serahkan bantuan bagi 134 korban bencana alam

bagian humas Bagian Humas dan Protokol


Kaliangkrik (humprot) – Secara geografis dan topologis, wilayah Kabupaten Magelang termasuk daerah yang rawan bencana, baik bencana yang sifatnya berulang seperti kekeringan dan kebakaran di musim kemarau, banjir dan tanah longsor di musim penghujan, angin puting beliung di masa pancaroba, maupun bencana yang sulit untuk diprediksi seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi. Beberapa hari yang lalu, di Kecamatan Salam, Pakis dan yang terakhir di Kecamatan Kaliangkrik  mengalami musibah bencana alam berupa terjangan angin kencang dan tanah longsor. Guna meringankan beban penderitaan para korban bencana alam,  Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan bantuan sebesar Rp 207.500.000 yang diambilkan dari Pos Dana Tak Terduga APBD Kabupaten Magelang. Bantuan diberikan kepada 134 korban bencana angin kencang maupun tanah longsor dengan rincian untuk  9 rumah rusak akibat angin kencang di kecamatan Salam, 1 rumah rusak akibat longsor di Kecamatan Pakis dan 124 rumah rusak akibat angin kencang di Kecamatan Kaliangkrik.

Bupati Magelang Zaenal Arifin, S.IP saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 5 perwakilan korban bencana alam di dusun Kacetan, Desa Ngargosoko  Kecamatan Kaliangkrik, kamis (26/11) mengatakan penanggulangan bencana membutuhkan upaya terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif sehingga pendekatan yang terpadu semacam ini menuntut koordinasi yang baik di antara semua pihak, baik pemerintah, masyarakat,  organisasi masyarakat, organisasi profesi, swasta, dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Menurutnya penanggulangan bencana merupakan salah satu perwujudan tugas dan fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat. ”Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja, namun demikian, tanda-tanda alam sebenarnya dapat kita pelajari berdasarkan pengalaman, sehingga kita dapat mewaspadai dan mengantisipasi terhadap datangnya bencana”, tuturnya
Antisipasi terhadap bencana tersebut wajib kita lakukan, agar  ketika terjadi bencana tidak menimbulkan dampak dengan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta benda.
Lebih lanjut Zaenal juga menambahkan sejalan dengan perkembangan zaman, kebijakan dan arah penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Magelang, terus mengalami perubahan dari penanganan yang bersifat kedaruratan, menjadi kesiap-siagaan yang bersifat aktif. Seluruh lapisan masyarakat merupakan potensi yang harus dipersiapkan dalam rangka penanggulangan bencana, mengingat masyarakat tidak lagi hanya sebagai obyek, namun juga sebagai subyek dalam penanganan bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Drs Sujadi mengatakan tahun 2015 ini bencana yang terjadi di Kabupaten Magelang kurang lebih sebanyak 151 kali termasuk kaitannya dengan tanah longsor, puting beliung, banjir maupun yang lainnya. Berkaitan dengan puting beliung di bulan November ini sudah terjadi 5 kali, sedangkan untuk dusun kacetan ini yang ke 4 kalinya dengan 124 rumah rusak baik rusak berat, sedang maupun ringan yang terjadi pada jumát (20/11). Sedangkan pada hari sabtu terjadi di 9 kecamatan dengan 96 rumah rusak. Dari 124 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan diambilkan dari dana belanja tak terduga sebesar 186 juta rupiah untuk 1 dusun kacetan.