A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP “Indonesia Saat Ini Bukan Zona Perang”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol


Maraknya aksi terorisme dan radikalisme di berbagai belahan dunia pada akhir-akhir ini, mendapatkan sorotan Bupati Magelang Zaenal  Arifin, SIP. Hal tersebut terungkap dalam sambutannya saat mengikuti Tarawih Silaturahmi (TARHIM) jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang dengan masyarakat Kabupaten Magelang di masjid Babusaalam, Banyakan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.(  31/5)

“Begitu mudahnya orang membunuh manusia. Membunuh satu nyawa tanpa dasar yang haq sama dengan membunuh semua manusia, menjaga satu nyawa agar tak melayang sama dengan menjaga seluruh nyawa yang hidup. Indonesia saat ini bukan zona perang dalam timbangan syariat Islam. Melakukan bom bunuh diri di Indonesia merupakan tindakan salah alamat dan tindakan di luar batas syariah.” Ujarnya. 

Dikatakan juga oleh Bupati Magelang bahwa Ber-Islam dengan damai dan menjauhi cara-cara kekerasan adalah komitmen bersama para ulama dan ummat Islam Indonesia. Karenanya, tindakan amaliah Bom Bunuh Diri dengan menghilangkan nyawa sendiri dan atau nyawa orang lain adalah tindakan di luar konsensus ulama dan ummat Islam Indonesia.

“Kepada segenap ummat Islam tetaplah bersikap rasional dan waspada dalam menyikapi kasus bom bunuh diri di kawasan terminal Kampung Melayu agar kita selamat dari penggiringan isu atau rekayasa isu baru yang menyesatkan. Berlaku empatik adalah sikap bijaksana sebagai sesama anak bangsa dan menjaga diri agar tidak menyesatkan opini atau tergiring kepada opini sesat adalah bentuk lain dari sikap empatik.” Tandas Bupati Magelang. 

Dengan berbagai cara dan strategi, mereka berusaha keras menggalang dana dan pengikut, guna mendukung kegiatan dan membesarkan anggota kelompok tersebut.

Bupati Magelang juga berharap dan berpesan kepada warga masyarakat agar selalu waspada didalam menyikapi kegiatan radikalisme di Indonesia, khususnya di Kabupaten Magelang.

“Untuk itu, saya menghimbau dan berpesan kepada seluruh warga masyarakat, untuk selalu waspada dan tanggap kondisi, serta segera melaporkan kepada pihak yang berwajib, apabila ditengarai ada kegiatan yang mengarah kepada tindak radikalisme dan terorisme.” Himbau Bupati Magelang. ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang