A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Drs. Eko Triyono, Wakil Ketua I HUT Kota Mungkid “Pertegas Kearifan Lokal”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

 

Masih tetap dengan Nuansa Pedesaan dan mengedepanka kearifan Lokal *“Local Wisdom”, *menurutnya  Kearifan lokal juga dapat dimaknai sebuah pemikiran tentang hidup. Pemikiran tersebut dilandasi nalar jernih, budi yang baik, dan memuat hal-hal positif. Kearifan lokal dapat diterjemahkan sebagai karya akal budi, perasaan mendalam, tabiat, bentuk perangai, dan anjuran untuk kemuliaan manusia. Penguasaan atas kearifan lokal akan mengusung jiwa mereka semakin berbudi luhur.

Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif. Cakupan kearifan lokal cukup banyak dan beragam sehingga sulit dibatasi oleh ruang. Kearifan tradisional dan kearifan kini berbeda dengan kearifan lokal. Kearifan lokal lebih menekankan pada tempat dan lokalitas dari kearifan tersebut sehingga tidak harus merupakan sebuah kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal bisa merupakan kearifan yang belum lama muncul dalam suatu komunitas sebagai hasil dari interaksinya denganlingkungan alam dan interaksinya dengan masyarakat serta budaya lain. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional karena dia dapat mencakup kearifan masa kini dan karena itu pula lebih luas maknanya daripada kearifan tradisional.

Pihaknya juga sangat mendukung dengan adannya Peringatan HUT Kota Mungkid yang tetap dengan nuansa jawa, karena itu merupakan bentuk kearifan lokal yang coba diterapkan di Kota Mungkid. Masih tetap mengedepankan sebagai Kota Pemerintahan, bukan sebagai pusat perekonomian. Karena jika Kota Mungkid sudah menjadi Kota Perekonomian maka suasana akan menjadi semrawut.

“Dalam rangka memeriahkan HUT kota mungkid yang ke 32, panitia melaksanakan berbagai macam kegiatan diantarannya ada olahraga, kesenian, maupun juga kajian ilmiah yang berbentuk seminar sarasehan maupun perenungan kembali jati diri kita sebagai warga kabupaten Magelang. Kami mengusahakan agar acara ini juga bisa menjadi renungan kita bersama dengan melibatkan semua elemen yang ada. Bahkan juga melibatkan kaum pelajar baik SD, SLTP, SLTA tokoh masyarakat. Puncak acara HUT ditutup dengan kesenian wayang kulit semalam suntuk dilapangan dr.H. Supardi, Kota Mungkid.” Tandas Eko Triyono.

*Keterlibatan Masyarakat.*
Masyarakat juga dilibatkan  dan kedepan semua Instansi yang ada Di Kota Mungkid semuaanya di libatkan. Misal, Polres, Kejaksaan, Pengadilan dan dunia perbankan. Jadi tidak hanya SKPD namun semua yang ada di Kota Mungkid terlibat dalam pelakasanaan HUT Kota Mungkid 32 ini.

“Masyarakat  harus merasa  memiliki Kota Mungkid dan ikut berpartisipasi didalam penyelenggaraan HUT Kota Mungkid. Namun  partisipasi Masyarakat, Sementara ini baru kita libatkan dalam hal kebersihan, kemudian waktu tirakatan juga kita undang, bahkan waktu ada  seminar kita jadikan narasumber, karena mereka yang  mempunyai Kota Mungkid. Memang, keterlibatan masyarakat dalam bidang olah raga  belum ada. Karena olah raga hanya dilakukan oleh SKPD yang melibatkan semua unsur pemerintah, Polri maupun TNI.

Sementara disinggung mengenai keadaan Kota Mungkid yang masih Sepi jika dibandingkan dengan Ibukota Yang lainnya, Beliau mengatakan bahwa Kota Mungkid memang didesign dengan nuansa pedesaan.

 “Justru hal yang signifikan ini adalah bahwa Kota Mungkid, hanya diarahkan sebagai kota Budaya. Yang menopang Ekonomi yang ada disekitarnya. Jadi Kota Mungkid tidak diarahkan untuk menjadi Kota yang ramai, seperti Muntilan, Magelang atau yang lainnya. Namun Kota Pemerintahan yang menjunjung  tinggi nilai-nilai budaya sekitar kita.”Ujarnya.

Ditegaskan pula bahwa untuk menyusun sebuah strategi untuk menjadikan Kota Mungkid sebagai milik semua masyarakat di Kabupaten Magelang, Hal ini dapat diwujudkan dengan cara memberikan ruang lingkup yang lebih besaar kepada masyarakat untuk beraktifitas dan berinteraksi di Kota Mungkid. Oleh Sebab itu perlu dilakukan pengkayaan fungsi Kota Mungkid disamping sebagai pusat pemerintahan juga menjadi tempat bertemu dan bersilaturahminnya seluruh masyarakat.

***)Widodo Anwari Humas Protokol setda Kabupaten Magelang.