A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 55
Function: _userAgent

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 17
Function: browser_user

File: /home/skpd038/public_html/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd038/public_html/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 160
Function: _userAgent

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 18
Function: os_user

File: /home/skpd038/public_html/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd038/public_html/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

Setda Kabupaten Magelang

Festival/Ekspo Potensi Pemuda Dan Festival Band Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019

Tue, 01 2020 dilihat: 5 kali

Bapak presiden Soekarno pernah mengatakan, "beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia ini...!". Sebuah pernyataan yang luar biasa tentang pemuda.Pernyataan tersebut kemudian membuat saya semakin bersemangat.  Dari hal itu saya bisa memahami mengenai pengaruh pemuda dan perannya sangat besar. Ada yang pernah mengatakan bahwa, "jika kamu ingin melihat masa depan sebuah negeri, maka lihat pemudanya dimasa kini".Bangsa yang maju sekarang ini, seperti Jepang adalah hasil dari pertumbuhan dan perkembangan pemudanya yang optimal. Contoh lain, kita mengetahui bahwa pemuda-pemuda dahsyat seperti Cesc Fabregas, Samir Nasri, Wayne Rooney merupakan bintang-bintang sepakbola yang membawa negaranya ke level tinggi dunia sepakbola.

Mereka adalah produk-produk pembinaan pemuda dari sekolah sepakbola, sejak mereka masih usia dini. Sultan Muhammad Al-Fatih, adalah contoh yang menyejarah, penaklukan yang dilakukannya di usia 22 tahun bersama 250 ribuan pasukannya terhadap kemegahan konstantinopel adalah bukti pengaruh besar pemuda.Bidang-bidang ilmu pengetahuan dan keahlian harus dilapisi oleh keutuhan moral dan profesionalisme tinggi. Agar pemuda Indonesia saat ini bukanlah menjadi generasi penerus yang melanjutkan kebobrokan moral, tapi menjadi generasi pengubah yang memperbaiki segala kerusakan tersebut. Karena kondisi pemuda saat ini adalah gambaran masa depan bangsa ini.

Sudah jelaslah, bahwa segala cara harus dilakukan untuk mempersiapkan generasi baru bangsa ini. Mulai dari pendidikan, pencitraan media, pendidikan keagamaan, hingga kegiatan-kegiatan kepemudaan yang bersifat membangun. Bukan cuma itu, sistem yang terintegrasi sangat penting agar pemuda yang terbimbing terus berkembang hingga menempati posisi strategis bangsa ini. Memang mustahil untuk, sepenuhnya menjadi sosok yang sempurna sebagai seorang pemuda. Tapi tim yang dibangun dari kumpulan pemuda yang bekerja sama adalah harga mati untuk mengganti kesempurnaan tersebut. Karena Soekarno dengan tegas mengatakan sepuluh orang pemuda, bukan satu orang.

Mereka yang digolongkan sebagai pemuda adalah tenaga yang produktif. Tenaga produktif inilah yang berperan sebagai "mesin" penggerak lajunya roda pembangunan bangsa dan negara. Tenaga produktif inilah yang mempunyai potensi energi yang sangat besar untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Pemuda perlu dididik dan dibina, agar potensi yang dimilikinya dapat menghasilkan kontribusi yang positif bagi pembangunan nasional. Oleh sebab itu, pemuda merupakan aset yang paling berharga dari suatu bangsa.

Setiap pemuda mempunyai potensi dasar untuk dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara. Telah banyak contoh yang dapat kita tiru, pemuda yang telah sukses dan berprestasi di bidang ilmiah, kewirausahaan, pembangunan lingkungan, konservasi alam, dan lain sebagainya. Tidak semua pemuda yang telah sukses tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi, oleh sebab itu tidak perlu berkecil hati. Dengan bermodalkan ketekunan dan motivasi yang tinggi untuk mewujudkan impian dan cita-cita, kita dapat meraih kesuksesan dan prestasi.***)Widodo Anwari