A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ipda Winadi (Kanit Bintibmas Sat Bimas Polres Magelang) “Sosok Sang Pelatih Paskibra”

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol


SOSOK pelatih yang satu ini mungkin sangat asing bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Magelang, namun bagi anak-anak  Paskibra Sosok yang satu ini tak asing lagi. Dia yang mengajarkan gerakan-gerakan baris berbaris yang dari  tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa menjadi bisa.

Terkadang sepak terjangnya membuat Para Anggota Paskibra tertawa, tapi tidak sedikit membuat dongkol, kesal, bahkan terkadang membuat menangis jengkel dan tertekan. Yang bagi sosok yang satu ini penentu apa, siapa dan dimana peran kita dalam Pasukan atau bahkan dalam Organisasi.

Dialah salah satu pelatih “bertalenta”, orangnya santun, sopan, cakap dan mau berbaur dengan anak-anak Paskibra Kabupaten Magelang. Namun jika sudah berada dilapangan sikap tegas, disiplin selalu ditanamkan. Suami dari Reti Kusnani dan ayah dari dua orang putri Jusi amalila dan Diana Purnamasari ini menceritakan dengan gamblang tentang suka-dukannya menjadi pelatih PASKIBRA di Kabupaten Magelang.

Dimulai dari tahun 2007 dipercaya menjadi seorang pelatih paskibra oleh Institusinya, menjadikannya pelajaran yang paling berharga.

“Terkadang anak-anak mungkin merasakan ketidak adilan dari keputusan yang kita buat, ada perasaan disisihkan, ada perasaan pilih kasih, bahkan tidak jarang mereka merasa keberadaannya tidak dibutuhkan, terlebih saat pembentukan pasukan untuk Lomba atau pengibaran. Saat mereka capek-capek latihan, saat perasaan yang dongkol karena dibentak-bentak, saat semuanya terasa berat, bukannya mereka yang  masuk dalam tim tapi mereka  harus tersisih, saat itu mungkin mereka  sangat merasakan perlakuan tidak adil, yang terkadang membuat mereka berpikir buat apa mereka  tetap ada di sini (Paskibra),”ujarnya Ipda Winadi.

Di balik itu semua, mungkin kita tidak menyadari dibalik sifat garangnya "Sang Pelatih" di balik sifat Disiplinya, mereka juga adalah seorang manusia. mungkin kita tidak tau apa yang dia rasakan saat mendidik kita, apa yang dia rasakan saat menentukan keputusan yang berujung mungkin akan tersisihnya kita. Taukah kita di balik sikap kerasnya, ada seonggok hati seperti kita, yang ingin keberadaannya diakui, yang ingin keberadaannya disukai, dan yang ingin selalu menjadi yang terbaik buat kita semua para anak didiknya.

Kita tidak pernah tahu, terkadang dia harus menentukan keputusan yang sulit, yang bahkan dengan keputusannya itu dia sadar akan dibenci oleh anak-anak Paskibra. yang dengan keputusannya dia akan kehilangan rasa kasih dari adik-adiknya. Manusia mana yang tidak ingin di sukai dan dikagumi, manusia mana yang tidak ingin disayangi, manusia mana yang mau dibenci orang yang ada disekelilingnya. Tapi terkadang itulah yang harus didapatnya dari sebuah konswekuensi keptusan yang dia ambil. Tapi demi hasil terbaik, yang itu semua kita juga yang nantinya merasakan dan menikmatinya, dia rela mengesampingkan perasaannya dan apa pandangan kita terhadapnya.

Tahukah kita terkadang keadaan malah tidak adil  bagi dirinya. Disaat kita berhasil dan menjadi terbaik dalam sebuah kompetisi, saat itu yang orang tau Kitalah yang terbaik dan semua atas usaha dan kemampuan kita menenggelamkan satu sosok yang berada dibalik  itu semua, tapi disaat kita gagal, bukan kita yang disalahkan, "Sang Pelatih" lah yang dianggap tidak mampu dan gagal dalam mendidik.

Bahagianya adalah memiliki kita, kebanggaannya adalah saat kesuksesan kita, Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi kita dan bisa mengubah pandangan kita pada sesosok yang biasa kita sebut "PELATIH". Selamat HUT Kemerdekaan RI -73. ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol setda kabupaten Magelang.