A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Joko Purnomo, SPd, MPd “Memetri Dolanan Tradisional Sarana Nggegulang Budaya” SMP NEGERI 2 SAWANGAN KABUPATEN MAGELANG PERINGATI HUT SEKOLAH KE- 33

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol

 

SMP Negeri 2 Sawangan, sebagai satu-satunya  sekolah  di Kabupaten Magelang yang Berbasis Budaya  kembali melakukan berbagai kegiatan berbasis budaya Jawa. Setelah setahun lalu melaksanakan pagelaran sembilan kelompok kesesenian lokal  yang dihadiri Bupati Magelang, Zaenal Arifin, kini SMP yang terletak Kecamatan Sawangan ini terus menggali  dan menanamkan nilai budaya Jawa kepada para siswa. Berbagai kegiatan ini dilakukan untuk bagian  dari   penguatan  diri sebagai  sekolah yang berbasis budaya.

 

Memetri  Dolanan Tradisional Sarana Nggegulang Budaya Jawa (Memelihara Dolanan Tradisional Sebagai Sarana Melestarikan Budaya Jawa) inilah tema yang diangkat dalam HUT SMP Negeri 2 Sawangan ke 33 tahun ini.  Tema ini diangkat untuk kembali menghadirkan di tengah para siswa tentang berbagai dolanan anak-anak zaman dulu ke zaman now.

 

Ada lebih dari 15 dolanan zaman dulu (Jadul) yang kembali diangkat,  dimainkan oleh seluruh siswa. Seperti gobak sodor, bekelan, koko koko, lompat tali, gatheng, egrang tempurung, engrang bambu, dakon, jamuran, jirak, benthik,  cublak-cublak suweng, kucing lan tikus, tekongan, jilumpet, suda manda, damdaman dan lain-lain.

 

Menurut Kepala Sekolah, kegiatan ini dilakukan untuk menggali  nilai-nilai  serta mengenalkan kembali  dolanan anak-anak masa lampu pada anak-anak era virtual dan gadget “Hampir  seluruh anak ternyata tidak mengenal dolanan tersebut. Jangankan mengambil nilai, memainkannya saja tidak bisa,” Kata  Joko Purnomo, S.Pd., M.Pd.

 

Menurut Joko, banyak sekali nilai-nilai yang bisa digali dan dialami siswa dengan berbagai dolalan masa silam itu,  seperti, melatih sportivitas saat bermain gobak sodor,  menguatkan psikomotorik halus pada bemain bekelan atau  gatheng,  melatih dan menguatkan otot tubuh ketika lompat tali, bermain egrang, dan benthik, melatih  literasi  dan estimasi numerik saat  dakon dan damdaman, melatih kecermatan dan ketelitian saat bermain jirak,  membangun dan berlatih kerjasama dan sosialisasi  saat bermain jamuran, cublak-cublak suweng,  tikus lan kucing dan lain-lain.

 

Menurut rencana, tambah Joko,  berbagai  dolanan tradisonal akan dijadikan kegiatan pembiasaan  di  SMP Negeri 2 Sawangan. Hal ini tidak hanya karena berbagai dolanan tersebut sarat dengan nilai-nilai edukatif, namun juga sebagai sarana untuk memelihara dan menghidupkan kembali dolanan masa lampu kepada para siswa yang alamiah dan membumi. “Kita ternyata mempunyai banyak dolanan sehat, edukatif, dan menyenangkan pasa siswa di tengah era digital dan medsos yang ada, “ tutur ahli matematika ini.

 

Hampir seluruh siswa merasa senang dengan berbagai dolanan ini. Mereka mengaku belum tahu dan mengenal  dolanan  tersebut. Hal  ini seperti dituturkan  Aulia dan teman teman sekelompoknya di kelas 8 D. Menurutnya, banyak ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dari berbagai dolanan tersebut. “Beruntung,  saya dapatkan banyak pengalaman belajar dengan aneka dolanan,“ akunya.

 

Kini SMP Negeri 2 Sawangan terus menggali budaya  Jawa dan nilai kearifan lokal berbasis budaya Jawa. Tidak hanya berkaitan dengan kesenian tradisional yang sudah ada Rencananya berbagai dolanan itu akan menjadi  agenda lomba rutin para siswa, sehingga  nilai-nilai  kejawaan akan terinternalisasi pada siswa.

 

Sebagai sekolah budaya, SMP Negeri 2 Sawangan juga bemaksud mendokumentasikan alat dan piranti budaya Jawa dalam museum.  Harapannya, semua bisa terdokumentasi dan menjadi media siswa dan masyarakat untuk belajar dan mendalami  budaya Jawa.

 

Dalam kesempatan HUT  ke-33 ini juga dilakukan upacara  dengan bahasa Jawa, berpakaian adat Jawa, dan pemotongan tumpeng.  Acara juga dimeriahkan dengan pesta makanan  serba tradisional Jawa seperti,  jadah, wajik, lemper, lampis, ongol-ongol, cucur, gethuk, sagon, tiwul, gathot, pethotan, dan aneka jajan pasar lainnya.

 

“Makanan tradisional Jawa sangat beragam.  Berbagai makanan ini tidak  hanya enak dan disukai banyak orang sekarang, tetapi juga sehat dan bebas pengawet. Ini menunjukan kaya dan kreatifnya  nenek moyang kita dulu. Banyak siswa juga belajar banyak  tentang  boga Jawa yang semula tidak dikenalnya. Ini juga pembelajaran  boga berbasis budaya, “ kata  Ketua Panitia HUT, Erna Hidayati, S.Pd. ***)Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.