A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Kabid Kebersihan dan Pertamanan (Urip Raharto, S.Pd) “Pengelolaan sampah model 3R”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol


Pengelolaan sampah model 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) sampai sekarang, masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah, di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat bagi masyarakat.


"Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berbasis 3R dari masyarakat harus dibangun dengan baik, mengingat persoalan sampah kini dalam kondisi darurat dan overload," kata  Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU Kabupaten Magelang, Urip Raharto, pada Peresmian TPS 3R berbasis masyarakat dan Pengelola KSM 'Sumber Rezeki' Dusun Pagergawang, Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, (20/2).
Menurut Urip Raharto, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu atau dari masyarakat, mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah tingkat regeonal, sudah sangat  merisaukan. Bahkan isu sampah dan lingkungan sangat sensitif, maka perlu dikembangkan untuk program pengelolaan sampah ditingkat masyarakat harus menjadi percontohan, karena dapat dilaksanakan oleh setiap dalam kegiatan sehari-hari.
Ketua KSM 'Sunber Rezeki' Siti Walhidayah melaporkan, pembangunan TPS 3R dan Pengelola KSM 'Sumber Rezeki' Dusun Pagergawang, Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, menghabiskan anggaran Rp 550 juta, terdiri dari dana bantuan dari APBN sebesar Rp 301 juta, APBD Kabupaten Magelang Rp 131 juta, dan dana pendamping dari  APBDes rp 20 juta.
"Total dana tersebut, selain untuk pembangunan gedung, juga untuk kegiatan sosialisasi, pendampingan bagi anggota, peningkatan anggota KSM dengan studi banding ke luar daerah untuk meningkatkan pengetahuan anggota, serta pembangunan jaringan listrik dan lainnya," kata Siti Wakhidayah.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pagersari, Sri Mulyanto  menjelaskan, sudah 400 kepala keluarga (KK) sudah menjadi anggota KSM 'Sumber Rezeki' yang siap untuk pengelolaan sampah. Setiap anggota ditarik iuran Rp 5.000 per bulan untuk operasional pengambilan sampah dari warga, dengan dua unit kendaraan roda tiga untuk mengambil sampah dari masyarakat.
"Kami berharap, dukungan masyarakat untuk pengelolaan sampah sudah bisa teratasi, dan nantinya pengelolaan sampah ini bisa menjadi contoh dan bisa berkembang dengan baik, dan jangan sampai kepercayaan pemerintah yang sudah memberikan bantuan berupa pembangunan gedung, bisa menjadi pemicu dalam pengelolaan sampah," ujar Kades.
Camat Mungkid, Drs H Sukamtono menambahkan, masalah sampah sudah masalah tidak hanya di desa, kota bahkan dunia. Maka  pengelolaan sampah ini bisa menolong pengelolaan sampah  regional. Apalagi saat ini, sudah ada pengelolaan sampah di tingkat desa, yakni di Desa Bojong, Desa Banyudono dan Pagersari.
"Setelah gedung di bangun,  bisa manfaatkan dengan baik, jangan sampe justru gedung jadi mangkrak, karena tidak dimanfaatkan. Agar pengelolaan sampah berjalan baik,  perlu di bentuk tim kecil untuk memilah sampah, baik sampah organik dan non organik," ujar Sukamtono.
Sementara Kepala Bidang  (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Urip Raharto, S.Pd, juga mengatakan bahwa masyarakat sebagai penghasil sampah seyogyannya mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sampah. Sebab kalau sampah tidak dikelola sesuai dengan kaidah tehnis akan berdampak negative bagi masyarakat itu sendiri.
“Kami berharap agar masyarakat melakukan pengelolaan sampah dengan prinsip 3 R (Reuce dan Reduce, Recycle). Dan sampai saat ini sudah ada 6 TPS yang memakai system ini. Yakni untuk 3 yang dikelola oleh masyarakat kemudian 3 yang dikelola oleh kelembagaan.” Imbuhnya. **) Widodo Anwari Humas dan Protokol setda Kabupaten Magelang