A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

“Kantor Pengadilan Agama Terbakar”

Bagian Humas dan Protokol Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid.  Kantor Pengadilan Negeri Mungkid terlihat mengeluarkan asap pekat Senin (22/1) siang kemarin. Seluruh karyawan kantor tersebut tampak panik dan berusaha menyelamatkan diri dan berlari keluar ruangan. Beberapa dari pegawai tampak berlari sambil membawa berkas-berkas penting negara yang harus diselamatkan. Tidak berapa lama kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api yang sudah melalap sebagian gedung kantor di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Mungkid itu. Demikian gambaran kecil dari simulasi penanggulangan bahaya kebakaran yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Mungkid bekerjasama dengan Unit Pemadam Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM).




Ketua PN Mungkid, Nuruli Mahdilis mengatakan, pihaknya sengaja menggelar pelatihan dan sosialisasi pencegahan serta pengendalian bahaya kebakaran. Tujuannya, selain untuk mencegah dan mengantisipasi secara dini musibah tersebut, juga agar para karyawan mengetahui apa yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi. "Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di sini (PN Mungkid). Dengan simulasi yang dilaksanakan, diharapkan seluruh karyawan bisa menyiapkan diri dan antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran," jelasnya.

Dia mengungkapkan, kantor PN Mungkid merupakan salah satu kantor yang menyimpan banyak arsip penting negara. Salah satunya adalah arsip-arsip perkara. Sebagai salah satu syarat kantor yang representatif, PN Mungkid setidaknya harus tahu dan menguasai langkah penanggulangan kebakaran.
"Selama ini kan kita belum tahu bagaimana mengatasi musibah kebakaran. Tidak tahu apa yang harus dilakukan kalau sudah terjadi kebakaran. Sekarang kita jadi tahu, minimal tindakan awal apa yang harus diambil," urainya.

Dalam simulasi kemarin, lanjutnya, selain diberikan materi tentang bagaimana mengatasi kebakaran di kantor, petugas Damkar juga mensosialisasikan tentang cara penanganan api dari peralatan dapur. Terutama dari kompor gas sehingga tidak sampai menyebabkan kebakaran.
"Hasil utama yang kita dapat dari simulasi kemarin adalah jangan sampai karyawan PN Mungkid menyelamatkan diri begitu saja karena panik saat kebakaran. Tapi paling tidak ada berkas yang dibawa mereka," katanya.

Adapun tindak lanjut dari kegiatan simulasi kemarin menurutnya adalah dengan pembentukan tim penanggulangan kebakaran. Selain itu, juga pembuatan SOP bagi masing-masing tim.

"Nanti akan ada bagian per lantai dan bidang-bidang tersendiri untuk pengamanan aset jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah karyawan," ujarnya.  Humas PN Mungkid, Ali Sobirin menambahkan, meski baru pertama kali dilaksanakan, namun simulasi kemarin mampu memberikan banyak manfaat bagi PN Mungkid.

"Kita jadi tahu bagaimana menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) yang selama ini selalu ada di kantor. Tapi bagaimana pun, harapan kami jangan sampai terjadi kebakaran," tandasnya.***)Widodo Anwari/Humas Protokol setda Kab. Magelang