A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Kepala BLH Kabupaten Magelang : Ir. Agung Sucahyono “Produksi Sampah Kita kurang lebih 560 Ton/hari”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja. Diperlukan tindakan nyata dan kerjasama oleh setiap lapisan masyarakat dan bank sampah bisa menjadi solusinya. Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit dan sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan masyarakat jika masyarakat tidak mulai bertindak untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.
Untuk itulah penanganan masalah sampah harus dimulai dari sumbernya. Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.
Sistem Bank Sampah yang berfokus pada tiga hal; Berorientasi Pada Manusia, Sistem yang Terstandarisasi dan Pengembangan Berkelanjutan bisa menjadi solusinya. Nah, dengan adanya bank sampah, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan. Berikut petikan wawancara kami dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup , Ir. Triagung Sucahyono, tersaji dihadapan anda, khusus untuk pembaca setia “SG”, selamat mengikuti :


Berapa jumlah yang dihasilkan oleh masyarakat kabupaten Magelang produksi sampahnya?
Sesuai dengan  hasil kajian BLH th 2016   0,47 kg/org/hari. Jika penduduk kab mgl ada 1,2 juta jiwa maka sampah yg dihasilkan perhari bisa 1,2 juta org x 0,47 kg/org/hari = 560 ton/hari. Sesuatu yang mungkin tidak pernah kita bayangkan.  dari sekian itu pengelolaanya di buang ke TPA, buang sembarangan, ditimbun, di bakar, dan di recycle.
                      

Program yang dilakukan oleh DLH didalam penanganan sampah yang ada di Kabupaten Magelang?
Program BLH Kabupaten Magelang dalam  menangani sampah, dilakukan oleh 2 (dua)  bidang, yaitu bidang kebersihan dan bidang pengendalian pencemaran lingkungan.Untuk bidang kebersihan dengan membangun TPS 3 R di desa desa yg sdh siap utk melakukan pengelolaan sampah di daerahnya, Sementara untuk  PPL kita melakukan sosialisasi 3R dan Bank sampah ke kecamatan dan desa. Tgl 28 mei 2016 Yang lalu  dilakukan kesepakan bersama Antara Bupati, BLH, Camat, Kades, dan masyarakat untuk membentuk 1 desa minimal 1 (satu) Bank Sampah)  guna mengelola sampah dimasing-masing desa. Selain sosialisasi, ada pembinaan pada.bank sampah, pelatihan bagi bank sampah, dan pengiriman pengurus bank sampah untuk  mengikuti pelatihan di luar kota kerjasama dg PKK kab. Magelang.
                

Bagaimana dengan program Bank sampah?
Selain CSR dari  YAKKUM emergency unit, Kabupaten Magelang juga  mendapatkan CSR dari  PT Unilever melalui badan LSM-nya yaitu PERSADA yang berkantor di Gamping Sleman Yogyakarta yang telah  memberikan kepada 42 bank sampah di kab magelang, selain bamk sampah yg sdh mendapatkan CSR dari YAKKU. Untuk setiap  kecamatan, sampai  tahun  2017 bulan  februari ini bank sampah sudah  mencapai 195 bank sampah, yg tersebar di 21 kecamatan.    Menurut permen LH th 2012, bank sampah adalah suatu kegiatan mengelola sampah yg msh bs didaur ulang atau dpt diguna ulang yang masih  mempunyai nilai ekonomi.                    

Untuk memotivasi   Cara Penanganan Sampah, apa yang dilakukan oleh pihak BLH (Badan Lingkungan Hidup)?                 
Setiap tahun dilakukan  perlombaan, Pada Tahun  2016 kemarin berbagai macam kegiatan lomba dilakukan oleh pihak kami, yang dimulai dengan lomba bank sampah, melukis poster TK (Taman Kanak-kanak), SD, SMP, SMA, lomba kreasi daur ulang sampah dan lomba design bagu dari sampah. Perlombaan tersebut  diadakan untuk memotivasi kelompok bank sampah dalam kegiatannya peduli terhadap lingkungan. Ada 2 (dua) kecamatan  masih sedikit bank smapahnya yaitu Candimulyo dan Tegalrejo. Sedangkan untuk kecamatan yang lain sudah memiliki lebih dari 2 (dua) Bank sampah. Sdgkan yg kecamatan lainnya sdh lebih dari 2 bank sampah.

Rencana tahun 2017 ini bagaimana?
Untuk tahun ini 2017, kami akan mengadakan lomba bank sampah sekabupaten Magelang , selama seminggu di bulan Februari 2017, terus tanggal 25 Februari, akan diperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Target Tahun 2017 apa, terkait dengan Bank sampah?
Target 2017, kami ingin membentuk bank sampah induk yang bisa  mewadahi bank sampah lain yang masih belum  mampu dalam  mengelola bank sampah dengan  membantu untuk  melakukan pengambilan sampah di bank sampah yang  gabung menjadi  satu bank sampah induk. Kedepan Progran yang  ditawarkan di bank sampah yaitu pelatihan yang setiap tahun  diadakan utk memberikan edukasi bagi  bank sampah yang  baru terbentuk atau yang belum  pernah mendapatkan pelatihan, bentuk pelatihannya yaitu pembuatan kompos melalui takakura atau komposter, pelatihan kreasi dari sampah dan pelatihan administrasi bank sampah melalui data base internet.

Kerjasama dengan pihak lain bagaimana?     
Telah  ada kerjasama dengan YEU dan Persada utk mengikutsertakan bank sampah dalam mendapatkan dana CSR , bahkan Setiap tahun bertambah   Tahun 2015 yg mendapat CSR  dari  YEU 1 Bank Sampah , Kemudian tahun 2016 kemarin 10 Bank sampah. Dari Persada sudah mendapatkan CSR tahun 2015 20 bank sampah.    Sedang Tahun 2016 bertambah menjadi  42 bank sampah, Tahun 2017, sudah disiapkan  100 bank sampah yang  akan diseleksi untuk mendapatkan CSR dari  Persada.                        

Keterlibatan bank sampah dalam ikut menyemarakkan Adipura bagaimana?
Setiap kali ada kegiatan kerjabakti maka bank sampah juga  diikutkan untuk  partisipasi terutama saat kerjabakti didalam .menghadapi adipura, kita juga menyertakan dalam peringatan hari peduli sampah nasional,  Selain itu juga saat ada pameran berlangsung di kabupaten Magelang, bank sampah ikut partisipasi. Selama tahun 2016, telah mengikuti 5 kali pameran, Tentu dengan lokasi yang berbeda, yakni  lokasi di gedung Tri Bakti Magelang, lapangan Tegalrejo, lapangan Salaman, lapangan Pasturan Muntilan, dan lapangan dr Soepardi Kota Mungkid.

Bentuk Sosialisasi yang sudah dilakukan?
Mengenai sosialisasi, yang kita lakukan adalah dengan  peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu kita juga  telah membentuk fasilitator tingkat  kecamatan yang  nantinya akan membantu kabupaten dalam  mensosialisasikan tentang  pengelolaan llingkungan terutama sampah rumah tangga.

Adakah Fasilitatornya?
Ada Fasilitator ini mulai ada sejak th 2016 dan 2017 akan direkrut kembali, Tugasnya yaitu mendampingi bank sampah di kecamatan tempat  tugasnya dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan target  terbentuk bank sampah.  Kerjasama dengan bidang kebersihan, selama  ini akan diusahakan utk kerjasama teknis yaitu residu sampah yg dikelola bank sampah akan dikirim ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang  pengelolaannya dilakukan oleh Bidang kebersihan DLH. Yang nantinya petugas kebersihan akan mengangkut sampah dari TPS ke TPA.  ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang