A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ketua MPR RI DR. Zulkifli Hasan, SE, MM “Negara Wajib Membela Warga Negaranya Dengan Baik” Kota Mun

Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 20 Februari 2017
Wawasan kebangsaan lahir semenjak bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata belum membawa hasil, karena belum adanya rasa persatuan dan kesatuan bangsa, di samping kaum kolonialis masih terus menggunakan politik “devide et impera.”


Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari bumi Nusantara, yang dalam perkembangan selanjutnya muncullah kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia, akan menjadi satu kekuatan yang ampuh dalam mengusir para penjajah.
Dengan menengok kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia tersebut, serta dalam konteks kebangsaan dan nasionalisme, maka Kegiatan Peningkatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan sebagaimana yang sedang kita hadiri pada hari ini merupakan satu kegiatan dalam rangka menumbuhkan dan menguatkan kembali semangat nasionalisme, sekaligus menanamkan perasaan bangga terhadap bangsa dan Negara kita Indonesia. Terlebih lagi pada akhir-akhir ini dirasakan mulai lunturnya pemahaman dan penghayatan terhadap Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni Nilai-nilai Luhur Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua MPR RI Zulkifil Hasan yang menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadyah Magelang Kampus II, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (19/2). Selain mahasiswa sosialisasi empat pilar MPR RI juga diikuti oleh sejumlah dosen dan kalangan umum.
Dalam kesempatan tersebut Zulkifli Hasan menyampaikan pentingnya kebineka tunggal ikaan dimana mahasiswa di UMM bukan hanya berasal dari Magelang melainkan dari bernagai daerah.
"Mahasiswa di UMM bukan hanya dari Magelang, inilah nilai kebinekaan, keragaman merupakan budaya kebersamaan yang harus di pertahankan, seperti yang tertera pada UUD 1945 dan Pancasila," katanya.
Terkait dengan Tenaga Kerja Indonesia Siti Aisyah yang tersandung kasus hukum di Malaysia Zulkifli menegaskan agar negara ikut  hadir dan membela.
"Salah atau tidak itu kan warga negara indonesia, negara wajib membela warga negaranya dengan baik," tegas Zulkifli.
Dia juga menghimbau kepada seluruh TKI agar lebih berhati-hati dan waspada jangan sampai mudah percaya dan  dimanfaatkan apakah itu teroris maupun narkoba.
"Kalau ragu-ragu tanya dulu pada kedutaan kita yang berada di negara yang bersangkutan," ujarnya.
Indonesia memiliki kedutaan di setiap negara, dan mereka harus bertanggung jawab terhadap warga negara Indonesia yang di sana.
"Tetapi TKI yang ada di sana juga jangan ceroboh, jangan mudah termakan dan dirayu akan isu-isu yang belum pasti. Tanyakan dulu pada kedutaan," himbau Zulkifli.**) Widodo Anwari Humas dan Protokol setda Kabupaten Magelang.