A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ketua MUI Kabupaten Magelang ( KH. Affifudin LC ): “Hati-hati dengan Medsos”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol



Penyebaran pesan-pesan di berbagai media sosial cenderung meningkat dan mengganggu kehidupan  bersama  utamanya  antarumat beragama. Tebaran informasi sampah tanpa verifikasi ini sudah sangat masif.  Melatih empati, dengan berpikir bahwa orang lain bisa terluka karena kalimat kita di ranah maya, sama artinya melatih diri untuk menjaga hati.

Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoax, sas-sus, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Informasi sumir yang sudah usang datang silih berganti.

Tak hanya hoaks yang saat ini marak dan menyebar di media sosial melainkan juga pernyataan palsu yang dibuat meme dari para tokoh. Hasilnya membuat masyarakat mengalami skizofrenia informasi karena sudah menjadi penyakit yang berujung pada lunturnya nurani, hilangnya akal budi. Bahkan banyak berita-berita yang memberikan fitnah kepada orang lain, mengadu domba, semua akan berakibat pada kehancuran umat. Demikian dikatakan oleh Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Magelang, KH. Affifudin, LC saat ditemui oleh wartawan “SG” di pendopo drH. Soepardi, Kota Mungkid  usai memberikan Tausyiah/pengajian dibulan Ramadhan. (8/6)

“Yang menentukan hitam putih medsos adalah pribadi di belakang teknologi. “Kalau orang itu baik maka kebaikan yang disebarkan saat mereka bermain di media sosial. Kalau orang itu jahat, maka kejahatannya  bisa makin canggih dan tersebar, dan membentuk Viral.  Padahal Fitnah, kejelekan orang dan adu domba sangat dilarang oleh agama Islam.” Tandasnya.

Lebih lanjut Ketua MUI Kabupaten Magelang juga mengatakan bahwa, jika memeberikan berita kepada masyarakat hendaknya yang memiliki landasan yang kuat, jangan menghasut dan jangan bersifat mengadu domba kepada sesama manusia. Karena akan berakibat terhadap kehancuran perdamaian  yang dilakukan oleh umat.  

"Jadi untuk meredam hoax ini, semua pihak harus bekerja sama, bukan hanya pemerintah, pemuka masyarakat dan komunitas. Dengan adanya sumber-sumber informasi untuk jadi pedoman, masyarakat bisa bersikap secara kritis terhadap berita yang mereka terima," sambungnya.

KH. Affifudin, Lc,  mengimbau untuk kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam menerima dan mencerna suatu informasi. Pasalnya, banyak pihak yang memanfaatkan untuk memasukkan kepentingan golongannya sendiri.

"Hoax juga bermuatan kebencian, biasanya penebar ingin menyesatkan dan menghakimi pihak yang berbeda etnik, agama dan kelompok politik," tutupnya.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol.