A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Masa Orientasi Siswa (MOS) MTs Negeri Borobudur Sediakan Jasa Tukang Cukur

Bagian Humas & Protokol Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 19 Juli 2016.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, MOS digantikan oleh masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan maksimal 3 hari dan diselenggarakan oleh guru, pada hari dan jam sekolah.
Poin yang menjadi pembeda, adalah pada masa pengenalan lingkungan sekolah, tak boleh ada alumni yang terlibat kegiatan tersebut. Kakak kelas pun bisa dilibatkan hanya sebatas membantu guru. Kegiatan MOS yang seharunya bersifat positif, kerap disalahgunakan menjadi kegiatan perploncoan oleh kakak kelas. Oleh karena itu, dalam Permen ini, Menteri Pendidikan Anies Baswedan menegaskan beberapa aktivitas yang dilarang selama masa kegiatan pengenalan.
Hal senada juga dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang yang telah  memberikan surat pemberitahuan ke sekolah-sekolah terkait masa orientasi siswa (MOS). Dinas melarang adanya perpeloncoan di sekolah yang tidak mendidik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Magelang Haryono mengatakan, materi MOS harus dengan pendekatan yang lebih baik. Tujuan utamanya adalah pengenalan lingkungan sekolah, termasuk metode pembelajarannya. Dengan begitu, siswa baru akan lebih bersemangat untuk bersekolah ditempat itu.
”Imbauan ini sudah kami sampaikan ke sekolah-sekolah. MOS tidak dilarang. Hanya untuk materinya saja, diminta lebih pada pengenalan lingkungan sekolah dan metode pembelajarannya. Kalau masih ada perpeloncoan bisa dilaporkan,” katanya.
Menurutnya, dengan pendekatan yang lebih tersistem dengan baik, diharapkan materi yang diterima pelajar bisa meningkatkan motivasi. ”Seperti itu akan lebih memotivasi siswa untuk bersekolah di tempat itu,” kata dia.

Cukur Gratis Bagi Peserta MOS.
Sementara Keunikan terjadi di Mtz Negeri Borobudur, kegiatan MOS kali ini, disediakan Tukang cukur Gratis. Pihak sekolah mendatangkan empat (4) tukang cukur kesekolah, untuk mencukur siswa MOS yang rambutnya kurang rapi. Demikian dikatakan oleh Ketua Pengenalan Lingkungan Sekolah Khayatul Maki, SPd. Disela-sela kegiatan pengenalan sekolah.
“Kami didalam pengenalan kampus ini, mengedepankan  pola kekeluargaan kepada anak didik, dengan menerapkan budaya Mudah, Murah, Mengena, dan tidak melakukan perploncoan, dan bahkan kami mendatangkan 4 tukang cukur, jika ada siswa yang kurang rapi kita arahkan untuk dicukur rambutnya terlebih dahulu, sehingga anak masuk kelas sudah dalam keadaan rapi, Ujarnya Khayatul maki, SPd. 
Kepala bagian Humas Protokol yang sekaligus juga Ketua Komite MTs Negeri Borobudur , Edi Wasono, SH, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah, karena akan memberikan citra yang positif kepada  anak didik.
“Kami sangat mendukung adanya Pengenalan kampus  yang mendatangkan tukang cukur ini, karena ini akan memberikan contoh budaya hidup sehat rapi. Tidak perlu diplonco, tapi diberi contoh yang baik dan mendidik. Salah satunya mendatangkan tukang cukur ini,”Tandas Edi wasono, SH. 
Edi wasono, SH juga mengatakan bahwa kunci sukses seseorang ditentukan oleh motivasi dan semangat didalam meraih ilmu dibangku sekolah. Kedisiplinan, budaya hormat menghormati haruslah ditanamkan sejak anak masuk di bangku sekolah. 
“Menjadi orang sukses, dasarnya adalah pendidikan formal dan informal. Sekolah bagian menuju sukses, sehingga anak lebih termotivasi dan semangat. Tidak hanya bermain game di rumah, tapi mereka dapat melangkahkan kaki dengan ringan ke sekolah untuk menjadi orang sukses,” ujarnya. ***) Widodo Anwari/Humasprotokol