A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Media Sosial Jika Diibaratkan Seperti Pisau Bermata Dua

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 26 Juli 2017
Beberapa hari  terakhir ini, penyebaran ideologi dan faham radikalisme, telah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan kita semua.
Cara dan metode yang digunakan kelompok faham ini pun tidak lagi sederhana, namun telah menggunakan dan memanfaatkan teknologi canggih dan modern, lewat media sosial (medsos) yang ada. 
Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan berita tentang pemblokiran mengenai terblokir-nya aplikasi pesan instant  Telegram oleh Kominfo yang menjadi trending topik di Indonesia. 
Cuitan-cuitan mulai dari facebook, twitter, instagram hingga jejaring media seperti website juga ikut meramaikan. 
Meski internet memiliki sisi positif, namun perlu diingat kita harus waspada terhadap  sisi negatif yang ditimbulkan oleh internet. Jika diibaratkan seperti pisau bermata dua, bisa positif bisa negatif. 
Ia mengatakan, guna mencegah benih-benih radikalisme dan terorisme, maka diperlukan sinergi antara pemerintah dengan penyedia platform. 
Namun, jika platform tidak bisa kooperatif maka pemerintah terpaksa akan melarangnya beroperasi di Indonesia.
Kekhawatiran kita tersebut cukup beralasan karena penyebaran faham negatif dengan cara dan metode ini, ternyata sangat efektif dalam menanamkan ide dan ideologinya kepada masyarakat kita. 
Semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, telah menjadi target sasaran penyebarannya. Lebih-lebih para generasi muda dengan usia antara 15 sampai dengan 25 tahun merupakan sasaran utama penyebarannya. 
Hal ini dikarenakan pada usia-usia tersebut, mereka masih dalam tahap pencarian jati diri dengan tingkat pemikiran dan emosional yang belum stabil.
Disamping itu, generasi muda ini telah begitu akrab dengan teknologi canggih dan modern sebagai sarana utama operasional penyebaran faham-faham terorisme dan radikalisme tersebut.
Pencegahan dan penanganan kelompok radikal memerlukan tindakan yang terkoordinasi, sinergis dan saling mendukung antara aparat pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat. Cara ini pun belum cukup karena perlu juga tindakan yang komprehensif dan rasional. 
Salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah dan menangkal perkembangan kelompok radikal tersebut adalah dengan melakukan deteksi dini serta laporan yang cepat dan akurat dari masyarakat kepada aparat penegak hukum dan pemerintah.
Sejalan dengan upaya-upaya tersebut, ada beberapa hal yang perlu kami himbau dan tekankan kepada para peserta sosialisasi kali ini, yaitu :
Pertama : Cerdas dalam memilah dan memilih informasi dimedia sosial agar tidak terjerumus dalam propaganda yang mengganggu persatuan dan kesatuan.
Marilah kita tingkatkan koordinasi, komunikasi, konsolidasi dan sinergitas antar unsur aparatur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat dalam rangka mencegah sedini mungkin semakin berkembangnya faham dan kelompok radikal. 
Kedua : Tingkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap perkembangan situasi dan kondisi terkini  terkait kelompok-kelompok radikal, terorisme dan faham menyimpang lainnya. Msyarkata agar peduli dan peka akan perkembangan situasi saat ini khususnya banyaknya perilaku radikalisme dan gangguan kamtibmas. 
Dan yang terakhir : Mari kita samakan visi, misi, persepsi dan langkah-langkah dalam rangka mewujudkan situasi dan kondisi Kabupaten Magelang yang stabil, kondusif, aman dan nyaman dilingkungan masing-masing.demikian dikatakan oleh Bupati Magelang Zaenal arifin dalam sabutan tertulisnya yang dibacakan oleh Drs. Karya Humanita., dalam sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan. ***) widodo anwari humas dan protokol setda kabupaten Magelang.