A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Nonton Bareng Persemaian Nilai Budaya Sebagai Penguat Karakter Bangsa.

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 28 Februari 2017
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Sejarah pada tahun 2016 ini kembali menggelar sebuah kegiatan yang dinamakan kegiatan Persemaian Nilai Budaya Sebagai Penguat Karakter Bangsa. Dengan mengusung tema “Memaknai Sejarah dan Budaya, Memperkuat Karakter Bangsa”, kegiatan ini akan dilaksanakan di 25 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Kabupaten Magelang, menjadi titik pertama penyelenggaraan kegiatan inspiratif ini. Beberapa pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beserta beberapa tamu sineas dari industri perfilman Indonesia akan turut serta dalam kegiatan ini.


“Berawal dari tujuan yang mulia, yaitu memberi kesempatan kepada para pelajar, tenaga pendidik dan masyarakat di daerah untuk menonton film yang berkualitas, program Persemaian Nilai Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa ini dilaksanakan. Hal ini juga diperkuat dengan alasan bahwa sarana membangun karakter bangsa melalui budaya pop seperti film, secara psikologis merupakan bentuk internalisasi nilai budaya dan pendidikan karakter yang efektif untuk dilakukan, karena film tidak hanya mempengaruhi bagaimana kita hidup tetapi juga mempengaruhi cara berpikir kita.” Demikian dikatakan oleh Bupati Magelang dalam pembukaan pemutaran film persemaian nilai budaya, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Magelang, di GOR Gemilang, setda Kota Mungkid (27/2).



Secara filosofis, film dapat membuat kita kembali berpikir sejenak akan sesuatu yang telah kita lewati, memasuki dan mengerti budaya yang berbeda, serta menambah pengalaman estetis melalui keindahan yang disajikan oleh sebuah film. Hal ini mampu diperoleh melalui penciptaan tokoh-tokoh inspiratif dan jalan cerita yang disuguhkan dalam sebuah film.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sendiri saat ini tengah giat menggalakan sosialisasi dan edukasi pembentukan insan dan ekosistem berkarakter. Kegiatan Persemaian Nilai Budaya Sebagai Penguat Karakter Bangsa merupakan kegiatan yang efektif untuk menjalankan misi tersebut. Metode pendekatan melalui media film dianggap efektif karena media audio visual ini dapat dicerna dengan cepat oleh sistem otak manusia dan cepat mengena dari sisi emosional terutama untuk kalangan remaja dan anak-anak.

Acara Persemaian Nilai Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa mulai digelar pada bulan April 2016, dengan Kabupaten Serang-Banten sebagai titik pertama pelaksanaan, yaitu pada 2 April 2016. Selanjutnya diikuti oleh Kabupetan Sumedang-Jawa Barat pada 9 April 2016, Kabupaten Wonosobo-Jawa Tengah pada 12 April 2016, Kabupaten Bima-Nusa Tenggara Barat pada 16 April 2016, Kabupaten Lamongan-Jawa Timur pada 19 April 2016, dan Kabupaten Karang Asem-Bali pada 23 April 2016. Tentunya kegiatan ini tidak akan berhenti hanya di 6 (enam) Kabupaten tersebut, melainkan akan diteruskan ke 19 Kabupaten lainnya. Berikut Kabupaten/Kota yang masuk dalam sasaran kegiatan Persemaian Nilai Budaya tahun 2016 ini.
Kegiatan ini secara teknis akan dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi di setiap lokasinya. Satu sesi diperuntukkan bagi siswa sebanyak 700 orang, dan satu sesi diperuntukkan bagi guru maupun tenaga pendidik sebanyak 600 orang.
Adapun film-film yang terpilih untuk diputar dalam kegiatan ini sudah melalui proses pemilihan oleh para kurator film dan disesuaikan dengan perannya, apakah sebagai siswa atau guru/tenaga pendidik. Tentunya film yang disuguhkan untuk siswa akan berbeda dengan film yang disuguhkan untuk guru/tenaga pendidik. Beberapa film yang akan diputar dalam kegiatan Persemaian Nilai Budaya tahun 2016 antara lain: Cahaya Dari Timur, Soegija, Tabula Rasa, 3 Nafas Likas, Hasduk Berpola, Tanah Surga Katanya, Hafalan Shalat Delisa, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Sang Pencerah, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Sang Kiai, Soekarno, Nagabonar Jadi 2, Laskar Pelangi, Battle of Surabaya, Kau dan Aku Cinta Indonesia, Ambilkan Bulan, Malaikat Kecil, Jenderal Soedirman, Ada Surga Di Rumahmu, Sebelum Pagi Terulang Kembali, dan K vs K. Setelah penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan para stakeholder pendidikan di daerah termotivasi untuk melaksanakan proses internalisasi nilai sejarah dan pendidikan karakter melalui media ajar alternatif seperti film. Pada daerah-daerah tertentu bahkan telah lahir inisiasi-inisiasi baik dari Dinas Pendidikan maupun sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri.**) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.