A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Pardi Sriono (Kepala Disdukcapil Kabupaten Magelang) E-KTP Setiap hari 150-200 keping pemohon KTP

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011 dimana pelaksanannya terbagi dalam dua tahap. Begitu juga yang ada dikabupaten Magelang.
Program e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional/nasional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang dalam hal-hal tertentu dengan manggandakan KTP-nya.
Oleh karena itu, didorong oleh pelaksanaan pemerintahan elektronik (e-Government) serta untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menerapkan suatu sistem informasi kependudukan yang berbasiskan teknologi yaitu Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

Material e -KTP terbatas
Keterbatasan material KTP elektronik (e-KTP) yang diterima Pemkab Magelang membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan sejumlah kebijakan. Di antaranya menyeleksi pemberian kartu elektronik tersebut dengan memprioritaskan kebutuhan.
Kepala Disdukcapil, Pardi Sriono, mengatakan pemberian keping e-KTP dilakukan secara selektif. Lebih diutamakan kepada pemohon yang akan menggunakannya untuk keperluan mendesak.
Dicontohkannya, seperti untuk bekal perjalanan keluar negeri seperti naik haji, umrah, mengurus kartu BPJS atau membuat rekening bank. “Kepentingan mendesak tadi didasarkan informasi atau pengakuan dari pemohon dan penilaian petugas kami. Semua alasan yang disampaikan akan dipertimbangkan dengan hati-hati dan cermat,” kata Pardi Sriono.(30/7)
Untuk keperluan lain-lain, lanjut Pardi Sriono, dapat diganti Surat keterangan (SK) yang memiliki kekuatan hukum administrasi kependudukan (adminduk) setara e-KTP. Meski kurang puas, namun secara umum semua bisa memahami.
Saat ini, pihaknya memiliki stok blanko e-KTP sekitar 600 keping lebih. Atau sesuai jumlah kiriman yang diterima dari pusat beberapa hari lalu. “Masalah ini akan dibahas dalam rapat koordinasi di Pemprov Jateng awal bulan depan,” katanya.
Menurutnya, setiap hari rata-rata berkisar 150-200 pemohon, dari berbagai penjuru wilayah. ”Tidak semua pemohon yang sudah melaksanakan rekam data bisa langsung memperoleh keping e-KTP. Karena persediaan keping e-KTP yang diterima dari pusat sangat terbatas,” papar dia.**) Widodo Anwari/Humas protocol setda Kabupaten Magelang.