A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PEMBINAAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER GURU KELAS III SD NEGERI DAN SWASTA DISDIKBUD KABUPATEN MAGELANG

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol

1.  Pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah dasar. Kesadaran ini dipicu dengan kenyataan betapa mirisnya kondisi moral anak-anak bangsa. Potret buram pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini teramat meresahkan seluruh komponen bangsa, terutama bagi mereka yang peduli terhadap nasib dan masa depan bangsa Indonesia. Berbagai masalah menimpa dunia pendidikan di Indonesia saat ini, dari mulai kualitas Sumber Daya Manusia Guru yang masih dipersoalkan, kesejahteraan Guru termasuk guru honorer, maraknya kasus kekerasan yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua, pemidanaan guru, perundungan/bullying antar siswa, persekusi, peredaran obat terlarang, pergaulan bebas, serta kasus-kasus degradasi moral lainnya. Beberapa kasus kekerasan antar siswa (bahkan antar siswa SD), ataupun guru dengan siswa berakhir dengan hilangnya nyawa secara tragis.

Persoalan mendasar yang harus kita benahi bersama adalah persoalan karakter bangsa yang tengah diuji. Sebagaimana kita ketahui, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindaklanjuti dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dunia pendidikan.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mengurai permasalahan moral anak-anak bangsa ini, termasuk diantaranya adalah dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui Perpres Nomor 87 Tahun 2017, yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan untuk membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan; mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia;  merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.