A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PEMBUKAAN RAKOR BAKOHUMAS II TAHUN 2019 DENGAN TEMA “HABIT OF THE OBEDIENCE DAN WAY OF THE WILL” ATAU MENDIDIK KARAKTER DAN MENDEWASAKAN EMOSI ANAK

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Berkaitan dengan arti pentingnya pendidikan terhadap anak, Maha guru Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa setiap orang sejatinya adalah guru dan setiap rumah-rumah di Indonesia adalah sekolahnya. Ungkapan tersebut menjelaskan bagaimana seharusnya keluarga berperan terhadap pendidikan anak, yang mana keluarga sebagai madrasah pertama dan orang tua sebagai gurunya.

Selain itu keluarga juga berperan sebagai ruang konsultasi dimana semua permasalahan selalu akan ada solusi. Disinilah tempat dimana seharusnya anak tumbuh dengan penuh kesiapan dan kemantapan untuk menghadapi dunia sebagai tantangan untuk ditaklukkan.

Dewasa ini, kebanyakan orang tua masih menganggap kebahagiaan anak adalah memberikan semua keinginan anak. Smartphone dan sepeda motor diantaranya. Keduanya merupakan media anak untuk berselancur di dunia maya dan dunia nyata.

Smartphone memberikan ruang kepada anak untuk bisa berinteraksi dengan dunia luar dalam konteks kehidupan semu dan maya. Banyak contoh bahwa anak-anak yang berpetualang di dunia maya (internet) tanpa kesiapan dan pengawasan orang tua akan berakhir tragis dan menyedihkan di dunia nyata.

Ditambah lagi jebakan game online yang menjerat anak untuk selalu eksis di dunia maya sehingga secara nyata psikis anak akan dibentuk asosial dan cenderung kontra produktif dengan kegiatan dikehidupan nyata. Tidak kalah berbahaya adalah sepeda motor. Bukan hanya pemikiran anak yang dibawa, tapi fisiknya juga turut serta pergi jauh dari penjagaan orang tua.

Kesalahan fatal dalam mendidik anak juga sering muncul karena pemikiran yang beranggapan bahwa karir dunia dan prestise adalah tujuan yang paling penting yang harus dicapai. Kita berdalih bahwa semua itu untuk kebutuhan anak-anak. Jika ada uang dan prestise yang dimiliki secara otomatis akan mensukseskan anak.

Peran keluarga dalam mendidik dan memberikan dukungan sangat berdampak bagi anak untuk membentuk karakter dan kepribadian sosial. Bukan hanya cerdas secara intelektual tetapi menjadi generasi paripurna dengan keluhuran budi pekerti sebagai penerus bangsa.

Terkadang, kita juga sering lupa bahwa anak-anak yang ada di setiap rumah-rumah Indonesia adalah aset bangsa yang butuh perhatian dan pendidikan di keluarga kita. Membangun Indonesia jangka panjang adalah bagaimana membangun keluarga yang harmonis, dimana anak mendapat perhatian dan pengakuan.

Dimana anak mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Mengerti bahwa disetiap hak yang diberikan ada tanggung jawab yang menyertainya. Begitulah visi pendidikan keluarga sebagai madrasah pertama dan orang tua sebagai guru pertama anak.

Untuk itu sebagai orang tua, marilah kita menjadi guru dan pembicara yang baik dilingkungan keluarga untuk masa depan anak yang lebih baik.***Widodo Anwari, S.Sos