A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PENCANANGAN KAMPUNG KB DAN PERESMIAN RUMAH DATAKU DI DUSUN KEBONREJO III DESA KEBONREJO KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2019 Candimulyo, 13 Maret 2019

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Pembentukan Kampung KB merupakan implementasi Program Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dalam memperkuat NKRI, meningkatkan kualitas hidup dan melakukan revolusi karakter Bangsa melalui pelaksanaan kegiatan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Prasyarat dibentuknya Kampung KB antara lain jumlah penduduk prasejahtera/miskin melebihi jumlah rata rata desa, derajat pendidikan dan kesehatan masih rendah, lingkungan yang belum tertata/kumuh, peserta KB aktif rendah, rata-rata tingkat pendidikan rendah dan di lokasi desa tertinggal, desa sangat tertinggal atau desa dengan kasus stunting/kerdil.

Terkait dengan stunting/kerdil, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Tahun 2018 ditemukan balita stunting sejumlah 3.663 kasus,  khusus di Kecamatan Candimulyo balita stunting ditemukan 7 kasus.

 Pembentukan Kampung KB di Kabupaten Magelang dilaksanakan secara bertahap dan menyeluruh dengan mempertimbangkan fakta struktur penduduk Kabupaten Magelang yang telah memasuki masa bonus demografi sejak tahun 2011 dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia non produktif. Bonus demografi ini akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri dengan syarat ada peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan, serta peningkatan perilaku hidup sehat. 

Hal ini merupakan tanggung jawab dan tantangan bagi pemerintah daerah serta stakeholders, agar ketersediaan angkatan kerja yang melimpah ini bisa diarahkan menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan handal di masa kini dan mendatang. Oleh karenanya dibutuhkan intervensi dan sinergitas antar instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta seluruh unsur komponen masyarakat untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Dimana, setelah 100 tahun Indonesia merdeka jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 70%-nya berada pada usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun).

Hadirin yang berbahagia,

Selanjutnya, sebagai tahap awal pelaksanaan kegiatan di Kampung KB, tentunya dibutuhkan data yang valid dan terkini yang meliputi data Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), maupun intervensi lintas sektor agar program pemerintah dapat tepat sasaran dan tepat manfaat sehingga membuahkan hasil yang optimal.

Oleh karena itu di setiap pencanangan  Kampung KB sekaligus diresmikan Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) sebagai media pusat data untuk memotret keadaan awal kondisi penduduk juga memantau perkembangan setelah dilakukan intervensi, terutama dari sisi kesejahteraan secara umum. Hal-hal yang berkaitan dengan keluarga selanjutnya dilakukan intervensi lintas sektor.

Rumah dataku ini bersifat dari, oleh dan untuk warga desa. Warga desa pulalah yang input, update, mengelola dan melaporkan. Karena itu mengingat pentingnya data tingkat desa maka diharapkan pemerintah desa dapat memfasilitasi pendataan ini melalui anggaran dana desa. Sudah saatnya pemanfaatan anggaran dana desa ini tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur tapi juga dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, karena penduduk adalah obyek dan subyek pembangunan, sekaligus pelaku dan penerima manfaat hasil pembangunan. ***) Widodo Anwari,S.Sos