A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PENGAJIAN AKBAR DAN PERESMIAN MASJID BAITUL MUTAWAKKILIN DI DUSUN MARON, DESA KETAWANG, KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol

Kemerdekaan Indonesia adalah rangkaian sejarah panjang dalam menghadapi kolonialisme. Sejarah mencatat, peran ulama dan masjid dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan tidak terbantahkan. Bahkan seringkali perjuangan mengusir penjajah, sering kali memadukan goresan tinta ulama dan kucuran darah para syuhada’. Sebagai generasi penerus bangsa, kita bisa mengambil contoh perjuangan dan kepahlawanan Sultan Agung Mataram, Pangeran Diponegoro bersama para ulama disampingnya, Haji Samanhudi, HOS Tjokroaminoto, ataupun KH. Hasyim Asy’ari yang dengan fatwa jihadnya mampu menggerakkan ulama dan santri untuk menghadapi dan menghalau 15 ribu tentara sekutu.

Perjuangan yang dilakukan oleh para ulama-santri dan masyarakat ialah jihad membela tanah air, sebagai bentuk cinta tanah air (hubbul wathan) yang dimaknai sebagai jihad fi sabilillah. Tapi tetap agama sebagai dasarnya. Karena upaya mempertahankan dan menegakkan negara Republik Indonesia dalam pandangan Hukum Islam merupakan bagian dari kewajiban agama yang harus dijalankan umat Islam.

Perjuangan tersebut tentunya tak lepas dari peran masjid-masjid yang ada di wilayahnya masing-masing. Sebagai ulama dan kyai, mereka memiliki basis massa, aktivitas keislaman, mengajarkan masyarakat tentang Islam, dan itu terjadi sebagian berada di masjid-masjid atau mushola yang tersebar saat itu. Peran dan fungsi masjid menjadi sangat strategis untuk memberikan semangat dalam berjihad melawan penjajah.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol setda Kabupaten Magelang