A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PENGAJIAN KHOTMIL QUR’AN DUSUN SELOMIRAH DESA SELOMIRAH, KEC. NGABLAK

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Sejalan dan selaras dengan acara pengajian yang sedang kita hadiri kali ini, saya ingin sekilas mengajak kepada para hadirin semua untuk mengingat kembali sejarah turunnya Al-Qur’an sebagai Kitab Suci Agama Islam.

Kitab Suci Al-Qur’an merupakan wahyu Ilahi yang diturun untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijriah, atau kira-kira hampir 15 abad yang lalu kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril, di mana Surat yang pertama kali turun adalah Surat Al-Alaq yang diawali dengan ayat berisi perintah untuk membaca yaitu “Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan !.”

 Dari ayat tersebut kita bisa melihat bahwa perintah membaca adalah awal dan inti dari sebuah proses pembelajaran.

Dengan membaca, kita memperoleh pengetahuan yang luas dan membuka cakrawala akan kemahabesaran Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Perintah yang terkandung dalam ayat yang pertama kali turun ini menunjukkan, bahwa membaca merupakan aktivitas yang mendasari proses pembangunan masyarakat berpengetahuan, yang sekaligus menjadi masyarakat berke-Tuhanan.

Aktivitas membaca juga merupakan awal dari tumbuhnya kecerdasan intelektual, dan merupakan aktivitas berfikir dan belajar yang lebih komprehensif.

Dan penyebutan atas nama Tuhan, sebagai aktivitas berdzikir, merupakan bagian dari kecerdasan spiritual, untuk selalu mengingat Allah SWT dalam segala dinamika kehidupan di alam dunia ini.Selesainya atau khotamnya kita dalam membaca Al-Qur’an bukanlah merupakan titik akhir dari usaha kita dalam menuntut ilmu agama, namun sebaliknya itu adalah awal dari proses panjang untuk memahami dan mengamalkan apa yang menjadi isi dari Kitab Suci Agama Islam ini.

Kewajiban menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, telah diperintahkan dalam agama kita, bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat sejak dari ayunan Ibu hingga sampai ke liang kubur”.

Di dalam Al-Qur’an pun sudah tersirat dan tersurat sebuah dorongan dari Allah SWT kepada umat manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang membawa manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia serta lingkungan alam semesta.

Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berahlak mulia.

Sejarah pun telah membuktikan, bahwa peradaban Islam sejatinya adalah peradaban ilmiah, yaitu sebuah peradaban yang sarat dengan pemikiran intelektual, inovasi, teknologi, serta pengabdian kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Di masa yang lalu, di zaman keemasan yakni pada abad-abad pertengahan, pemikiran Islam telah menghasilkan karya ilmu pengetahuan yang tinggi dan berkembang hingga saat ini.

Berbagai penemuan dan pengembangan di bidang Astronomi, Matematika, Kedokteran, dan Seni Budaya adalah bagian dari karya intelektual kaum muslimin.

 Oleh karena itu, sebagai bangsa dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, sebagai bangsa yang mewarisi warisan intelektual dan peradaban dari Barat, Timur, dan Islam, sudah selayaknya umat Islam Indonesia tampil ke depan.

***) Widodo Anwari, S.Sos