A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Penthil Kucing “ Sekar Kanthil” Tingal Wanurejo Borobudur

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

 

Bergulat dengan mengutak atik bentuk dan rasa makanan ringan memang tidak pernah ada habisnya. Usaha di bidang makanan memang selalu menguntungkan, karena didasari oleh kebutuhan setiap manusia untuk makan tanpa meninggalkan pekerjaan sedetik pun telah mengilhami para pengusaha makanan untuk menciptakan makanan ringan yang menarik, bergizi, dan enak. Salah satunya “ Makanan Khas Kabupaten Magelang yang diberi nama “Penthil Kucing”, sangat aneh memang. Tapi jika sudah merasakan akan ketagihan, rasanya gurih, manis, renyah jika dimakan... nikmatnya luaaaar biasa. Itulah sekelumit gambaran tentang makanan yang satu ini. Terbuat dari tepung beras, garam dan juga gula pasir.

Seperti yang diproduksi oleh Ibu Hidayah (34), yang memproduksi berbagai makanan ringan tradisional, seperti peyek kacang, unthuk cacing, dan Penthil Kuching.

Tren mengangkat kembali makanan tradisional untuk dinikmati oleh generasi muda saat ini telah menjadi ladang subur bagi mereka yang akan membuka usaha makanan ringan. Makanan tradisional yang dimodifikasi oleh ornamen-ornamen cita rasa serta kemasan yang modern akan merubah pandangan bahwa makanan tradisional itu kampungan.

Ibu Hidayah mengatakan bahwa, selain membuka usaha makanan ringan dengan mengangkat kembali makanan tradisional, peluang pasar pun akan terbuka lebar. Makanan tradisioanl yang langka dan memilki rasa yang khas banyak dicari oleh masyarakat yang tingggal diperkotaan bahkan jika pintar memasarkannya, usaha makanan tradisional bisa tembus ke pasar mancanegara.

Selanjutnya, untuk mempopulerkan makanan tradisional ini tidak hanya cukup dengan memproduksinya saja tetapi dari segi pemasaran pun penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu pihaknya memasarka disekitar kabupaten Magelang. Dengan sedikit usaha ekstra menjemput pesanan dan mengantarkannya akan semakin menambah income usaha makanan ringan ini.

Pihaknya juga mengatakan  ada dua keuntungan membuka usaha makanan ringan berbasis nuansa tradisioanal ini. Pertama makanan tradisioanal merupakan makanan yang unik dan jarang ditemui sehingga dengan mengangkatnya kembali maka akan banyak dicari orang karena kelangkaannya tersebut. Kedua, usaha membuka makanan tradisioanal ini tidak sekedar menjual makanannya saja, tapi pada hakikatnya telah memperkenalkan kekayaan bangsa Indonesia melaui keanekaragaman makanan yang dimiliki. Selamat Bu Hidayah !!! ***) Widodo Anwari