A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PERINGATAN HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL TAHUN 2019

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi persoalan serius terutama di kota-kota besar, tidak hanya di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia.

Negara-negara maju telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, begitu pun bagi Pemerintah Daerah di mana persampahan merupakan masalah yang sangat urgen dan serius untuk dicarikan solusi penanganannya.

Produksi sampah yang terus menerus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbunan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah.

Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan sehingga memerlukan satu langkah jitu untuk mengelolanya sekaligus untuk mencari solusi terbaik dalam penanganannya. Sejalan dengan upaya mendukung program Adiwiyata yang berkelanjutan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata telah memberikan arah dan panduan dalam Pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta dapat menghindari dampak lingkungan yang negatif dan kurang baik, yang salah satunya dengan membudayakan perilaku tidak buang sampah sembarangan.

Oleh karena itu sekali lagi perlu saya tekankan pada kesempatan ini, mengurangi timbunan sampah supaya tidak semakin banyak memerlukan  strategi yang tepat.

Hal ini penting, karena dalam penanganan sampah tidak hanya semata fokus pada volume sampah, namun juga mempertimbangkan dampak sosial maupun lingkungan di sekitar lokasi penimbunan. Tidak kalah penting, upaya penanganan dan pengelolaan sampah memerlukan kerjasama yang sinergis antara Pemerintah, Masyarakat, Akademisi, Institusi Pendidikan, LSM dan pihak swasta/pengusaha.

Langkah sinergis ini bisa diawali dari merubah perilaku warga masyarakat terhadap sampah dengan memilah sampah organik dan anorganik, melalui berbagai macam kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi, ataupun pelatihan yang dilakukan oleh institusi pendidikan, akademisi maupun LSM, sehingga dengan langkah sinergis ini, permasalahan sampah di Kabupaten Magelang khususnya, bisa teratasi secara komprehensif, sistematis dan tuntas. ***) Widodo Anwari, S.Sos