A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 2019 M/1440 H DI MASJID BAITUL MUTTAQIEN, DSN KURAHAN, DESA KARANGREJO BOROBUDUR

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Peringatan Isra’ Mi’raj yang kita selenggarakan setiap tahun, selain untuk menyemarakkan syi’ar Islam, juga dalam rangka mengajak kaum muslimin untuk memperkokoh keimanan dan keyakinan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.  

Sebagaimana kita ketahui bersama, peristiwa agung isra’ mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam misi kerasulan Nabi Muhammad. Peristiwa luar biasa itu harus diyakini dan diimani oleh setiap muslim.

Oleh karena itu, kami mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin, khususnya di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo ini, bahwa setiap memperingati Isra Mi’raj, hendaknya tidak sekedar larut dalam acara seremonial semata, namun yang lebih utama adalah bagaimana kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan hikmah yang dikandungnya, utamanya teladan tentang kesungguhan, ketabahan dan kesabaran Rasululloh Muhammad  sholallohu alaihi wa salam dalam mengemban amanah yang begitu berat.

Dalam catatan sejarah Islam disebutkan bahwa menjelang peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah Muhammad sholallohu alaihi wa salam menghadapi banyak permasalahan yang berat, antara lain tekanan ekonomi, politik, psikologis, bahkan ancaman fisik yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy.

Karena itu salah satu hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Isra Mi’raj atau perjalanan Nabi Muhammad SAW menghadap Allah subhanahu wa ta’ala, dalam rangka menerima perintah langsung untuk melaksanakan shalat lima waktu, adalah bahwa seberat apapun permasalahan, seberat apapun tekanan pekerjaan dan seberat apapun amanah yang dibebankan kepada kita, pada dasarnya dapat diselesaikan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.

Dan salah satu ibadah yang paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah sholat, karena itulah waktu yang mana kita bisa berkomunikasi langsung dengan Allah dan tidak ada sekat yang membatasi antara kita sebagai makhluk dan sang Khaliq.

Untuk itu, kita dituntut untuk secara konsekuen mengamalkan ibadah sholat tersebut, sesuai dengan yang dituntunkan oleh Nabi, agar kita dapat memetik janji Allah subhanahu wa ta’ala bahwa dengan sholat, maka kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Bangsa kita dan Kabupaten Magelang yang kita cintai ini, adalah bangsa dan daerah, yang majemuk, karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama, serta kaya akan nilai-nilai luhur, meskipun demikian tidak menghalangi kita untuk menjadi bangsa dan daerah yang moderat, santun, dan penuh toleransi, karena Itulah sebenarnya jati diri harus terus kita tumbuhkembang-kan di dalam menghadapi tantangan ke depan.

Selanjutnya kepada para Jemaah pengajian dusun Kurahan, desa Karangrejo ini saya juga berpesan :

1.      Sekarang ini adalah musim kampanye, tinggal beberapa hari lagi kita melaksanakan pesta Demokrasi, yakni pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan juga pemilihan Anggota legislatif. Saya berharap agar masyarakat Mranggen khususnya, mampu menggunakan hak pilih secara baik dan benar. Pilihan boleh beda tetapi “Ruh” demokrasi harus ada. Jaga persatuan dan kesatuan, sudah tidak masannya lagi kita “Gonthok-Gonthokan” antar masyarakat.

2.      Pemilu pertama yang menggabungkan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif ini dianggap sebagai Pesta Demokrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan memiliki tugas besar untuk menyelenggarakan Pemilu yang Luber, Jurdil dan bebas hoax.

3.      Makin lama makin banyak hoax (Berita tidak benar/bohong), terutama barangkali terkait tahun pemilu, pesta demokrasi, pemilu yang didaulat sebagai pesta demokrasi di Indonesia seharusnya berwujud sebagaimana makna sebuah pesta. Saat pesta, orang-orang harus terlihat gembira, bukan malah memperkeruh suasana dengan perkelahian. "Mana ada saat pesta orang ngajak berantem, apalagi ditempat pesta. Yang ada itu kan kita fun minum, makan, bercanda harusnya kita menyikapi pemilu yang bulan depan juga demikian, namanya pesta. ***) Widodo Anwari, S.Sos