A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Plt. Ka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang. Drs. Haryono, M.Pd “Media Sosial Yang Ad

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol


Jejaring sosial kini tak hanya dikenal sebagai lokasi untuk eksis di dunia online. Jejaring sosial kini pun bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Tak jarang, berkat jejaring sosial, kampanye sosial pun bisa dilaksanakan dengan sukses. Namun sayangnya, tak sedikit pula yang mendapatkan imbas buruk dari meningkatnya penggunaan jejaring sosial ini.

Dunia telah berubah dan akan terus berubah, jarak antar daerah bahkan antar Negara telah semakin dekat. Beberapa puluh tahun lalu kita sempat takjub dengan televisi yang bisa membagi informasi gambar bergerak ke seluruh pelosok negeri. Kini zaman telah berubah setiap orang bisa berbagi gambar bergerak kepada yang lainya, setiap orang bisa berbicara dan saling melihat lawan bicaranya secara langsung dimanapun ia berada.

Teknologi informasi yang berbasis internet telah berkembang pesat di indnesia, produk berbasis internet yang paling di gemari saat ini adalah situs jejaring social berupa facebook dan twitter. Dengan layanan situs jejaring sosial ini kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman baru maupun lama dari belahan dunia manapun.

Arus perkembangan teknologi ini bagaimana pun tak akan bisa kita bendung, sebagian besar anak dan remaja saat ini telah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial tersebut, tidak saja anak dan remaja kota, bahkan anak-anak di pedesaan pun kini telah berangsur-angsur mulai menggunakan jejaring sosial tersebut.

“Hoax” menjadi perbincangan hangat di media massa maupun media sosial belakangan ini karena dianggap meresahkan publik dengan informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Pengguna media sosial cenderung berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan diri sendiri. Kecepatan dan sifat media sosial yang mudah untuk dibagikan, shareability berperan dalam penyebaran berita. Media digital membuat lebih sulit untuk membedakan kebenaran konten. Berita online lebih sulit untuk dibedakan. Jadi apakah berita palsu adalah manifestasi dari masa media digital dan sosial, tampaknya mungkin bahwa media sosial dapat memperkuat penyebaran informasi yang salah.

Bagi masyarakat modern yang kini sudah sangat akrab dengan internet, jejaring sosial, tentu bukan hal yang asing lagi. Ada banyak jenis jejaring sosial yang digunakan masyarakat, terutama anak muda untuk menjalin pertemanan atau fungsi lainnya.

Meski awalnya jejaring sosial tidak dimaksudkan untuk digunakan sangat sering, namun faktanya saat ini jejaring sosial hampir menguasai hidup penggunanya, terutama anak muda.

Nah untuk lebih  mengetahui, sampai sejauh mana media sosial, dan perkembangannya bagi masyarakat Kabupaten Magelang, terutama kaitannya dengan kebudayaan masyarakat di Kabupaten Magelang, Reporter Majalah ”Suara Gemilang” berhasil menemui orang pertama di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, dialah Drs. Haryono, M.Pd, yang berhasil ditemuinnya diAULA Kantor Dinas P&K Kabupaten Magelang. Lewat bincang-bincang yang cukup santai, beliau mau diwawancarai seputar “MEDSOS” dipandang dari sisi kebudayaan. 

Orangnya santun, sederhana, dan cukup lugas, jelas,  didalam menjawab beberapa pertanyaan yang kami ajukan. Berikut kurang lebih rangkuman pembicaraan kami, tersaji khusus untuk pembaca setia “Suara Gemilang”. Berikut petikan wawancarannya.

Menurut Bapak, akhir-akhir ini orang meributkan dengan budaya”SOSMED”, bagaimana pandangan Bapak terhadap budaya tersebut dikaitkan dengan budaya kita?
Perkembangan teknologi begitu pesat di jaman sekarang ini, khususnya dalam teknologi informasi dan  komunikasi. Perkembangan teknologi ini secara langsung berdampak terhadap tatanan dan perilaku dari manusia, baik sebagai sarana informasi maupun sebagai sarana sosialisasi dan interaksi antar manusia. Salah satu bentuk teknologi untuk saling bisa berinteraksi antar manusia secara personal adalah melalui Media Sosial antara lain facebook, twitter, instagram, path, line, ask.fm, vine, kakaotalk, youtube, gmail, yahoo, e-mail, dan jenis-jenis aplikasi yang lainnya. Sarana informasi untuk berinteraksi tersebut saat ini cukup banyak diminati dan digunakan oleh masyarakat dunia khususnya di Indonesia. Sarana teknologi informasi ini bisa digunakan dan dapat di akses oleh seluruh masyarakat dengan tidak membeda-bedakan kelas, ras, agama, dan antar golongan.

Keuntungan dari semua itu?
Penggunaan teknologi informasi ini khususnya yang disebut dengan Media Sosial bisa menjadi nilai yang positif jika para penggunanya menggunakan sarana tersebut untuk hal-hal yang bersifat positif misalnya untuk menambah ilmu pengetahuan, untuk sarana komunikasi dan promosi, untuk sarana mengeksploitasi kemampuan diri, dan juga sebagai sarana untuk membangun silaturahmi antar sesama pengguna. Tetapi jika penggunaan Media Sosial ini digunakan untuk hal yang negative dan tidak produktif akan berdampak kurang baik terhadap tatanan kepribadian pengguna maupun kepada tatanan budaya dasar masyarakat dan lingkungan .

Antisipasi kita sebagai pengguna aktif dari “SOSMED” itu bagaimana? Padahal serbuan Tehnologi tersebut tidak bisa dibendung.
Untuk itu, sebaiknya masyarakat pengguna Media Sosial harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi informasi yang cukup berkembang dewasa ini, sehingga dampak negative harus dapat kita hindari dan dampak positif yang harus diberdayakan. Mau tidak mau atau suka tidak suka, teknologi informasi Media Sosial ini sudah hadir dan ada di tengah-tengah masyarakat pengguna, hanya saja bagaimana kita bisa menyiasati dan memanfaatkan untuk kebaikan pengguna dalam memaanfaatkan teknologi informasi Media Sosial ini .

Apakah bisa merubah tatanan budaya kita yang adiluhung ini?
Keberadaan teknologi informasi Media Sosial ini secara langsung maupun tidak langsung sudah bisa merubah tatanan perilaku budaya, baik perilaku budaya pribadi maupun perilaku budaya masyarakat sekitar. Ini yang perlu kita waspadai. 

Bagaimana dengan nilai-nilai Budaya sopan santun apakah juga berpengaruh?
Tetapi yang kita harapkan jangan sampai pengaruh teknologi informasi Media Sosial ini berpengaruh secara fundamental terhadap perilaku budaya masyarakat yang mana Indonesia dikenal dengan budaya adat ketimuran yang menjunjung nilai-nilai sopan santun dan saling menghormati serta perpedoman pada kaidah-kaidah keagamaan. Itu yang perlu digaris bawahi.

Pengaruh bagi anak sendiri bagaimana? Karena pengguna “MEDSOS” kebanyakan adalah anak remaja. Yang notabene masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata, tingkat pemahaman bahasapun menjadi terganggu, jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri, mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitarmereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.  Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata.

Bahaya khususnya terhadap anak-anak kita bagaimana?
Situs jejaring sosial adalah lahan yang subur bagi predator untuk melakukan kejahatan, kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru kita kenal anak kita di internet menggunakan jati diri yang sesungguhnya atau tidak. Banyaknya situs-situs porno yang bisa dengan mudah diakses oleh pengguna, hal ini bisa mempengaruhi terhadap perilaku pengguna atau masyarakat. Sekali lagi saya berpesan untuk hati-hati terhadap penggunaan Media Sosial. Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Hati-hati dan waspadalah., terhadap Media Sosial. ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.