A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

populasi kerbau di Kabupaten Magelang tertinggi se Jawa Tengah

bagian humas Bagian Humas dan Protokol

Populasi kerbau di Kabupaten Magelang tertinggi se Jawa Tengah

Sawangan (humprot) –  Dalam rangka mencapai target pertambahan populasi nasional sebanyak 5 juta ekor ternak sapi dan kerbau di tahun 2016 mendatang, pemerintah pusat mengencarkan program Gerakan Serentak/Gertak Birahi  dan Inseminasi Buatan dan Gangguan Reproduksi. Hal tersebut sebagai upaya mencukupi keterbatasan pasokan daging serta untuk mengantisipasi terkurasnya devisa negara, karena harus mengimpor daging sapi yang disebabkan produksi sapi bakalan di dalam negeri secara kualitatif dan kuantitatif masih sangat terbatas serta untuk mendukung  program swasembada daging sapi dan kerbau yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2014 yang lalu.  
Bupati Magelang melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs. Dian Setia Dharma saat pelaksanaan pencanangan Gertak Birahi Inseminasi Buatan (GBIB) dan Penanganan Gangguan Reproduksi (Gangrep) pada ternak sapi dan kerbau tingkat provinsi Jateng yang dipusatkan di dusun kopeng, desa Kapuhan kecamatan Sawangan, rabu (24/6) mengatakan Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terus mengkampanyekan Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau kepada stake holders, para peternak, dan seluruh lapisan masyarakat, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak yang berbasis sumber daya domestik serta turut menyukseskan pencapaian target 35 ribu akseptor di Jawa Tengah.
Menurut Bupati, potensi ternak di Kabupaten Magelang, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada tahun 2013 jumlah populasi sapi 77.757 ekor, dan meningkat menjadi 78.153 ekor pada tahun 2014 dengan jumlah kelahiran pedet sebanyak 7.335 ekor. Adapun populasi sapi perah sebesar 2.451 ekor dan populasi kerbau mencapai 6.050 ekor, dimana populasi kerbau ini berdasarkan BPS Jawa Tengah merupakan populasi tertinggi se Jawa Tengah. Berdasarkan data Inseminasi Buatan Tahun 2014, terdapat akseptor sapi sebanyak 12.489 ekor, dimana jumlah ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejumlah 12.050 ekor. Potensi ternak tersebut, didukung oleh keberadaan pasar hewan dimana terdapat 4 pasar hewan besar yaitu pasar hewan muntilan, pasar hewan grabag, pasar hewan pakis dan pasar hewan salaman yang masing-masing mampu untuk menampung  untuk kapasitas 200 hingga 1000 ekor sapi dan kerbau. 
Dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui Program Gerakan Serentak Birahi dan Inseminasi Buatan, dimana Kabupaten Magelang mendapatkan 1.250 ekor, maka diharapkan pada tahun 2016 mendatang akan terjadi peningkatan populasi melalui kelahiran pedet sebesar 40 – 80 % dari 1.250 ekor, 
Bupati Magelang juga mengatakan, terkait dengan Program Gangguan Reproduksi/Gangrep, Kabupaten Magelang pun  mendapatkan bantuan untuk 2.430 ekor yang diharapkan pada tahun 2016 mendatang terjadi penambahan jumlah indukan produktif sebesar 40 – 80 % dari 2.430 ekor. 
Drh. Krisnandana Kasubdit Kelembagaan Sumber Daya Keswan  Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI mengatakan sebagai rangkaian program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, kegiatan Gertak Birahi Inseminasi Buatan (GBIB) dan Penanganan Gangguan Reproduksi (Gangrep) pada ternak sapi dan kerbau berlaku secara nasional dalam rangka mewujudkan secara bertahap adalah swasembada pangan, ketahanan pangan yang selanjutnya nanti akan mewujudkan kemandirian pangan dan ujungnya adalah kedaulatan pangan. Dalam rangka pembangunan peternakan kesehatan hewan peningkatan populasi menjadi faktor kunci. Karena dalam pencapaian fasilitas pangan pastinya tidak sekedar untuk mencukupi kebutuhan pangan yang ditargetkan namum juga harus mengikutsertakan kesejahteraan masyarakat. Krinandana mengatakan GBIB Gangrep secara nasional ditargetkan untuk akseptor GBIB sebesar 690 ribu dan untuk ganrepnya 300 ribu dengan harapan terjadi peningkatan secara signifikan di tahun 2016 nanti sebagai tolak ukur swasembada yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang strategis, dan pelaksanaan kegiatan ini terus dipantau oleh tim pusat maupun pendampingan secara keahlian oleh perguruan tinggi. 

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng Ir. Agus Wariyanto, S.IP, MM untuk Jawa Tengah diberikan target untuk GBIB sejumlah 35.000 dan ganrep 61.500. Kabupaten seJateng untuk inseminasi buatan realisasinya sekitar 500.000 ekor akseptor untuk tiap tahun dari inseminator yang tersedia sebanyak 789 orang.  Selain itu kita mempunyai petugas pemeriksa kebuntingan sebanyak 260 orang, petugas Atr 260 orang tersebar di kabupaten/kota di jateng, ujarnya

Agus menambahkan tujuan kegiatan GBIB dan Ganrep adalah mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap daging khususnya daging sapi, menekan impor sapi serta mewujudkan program swasembada daging. Kegiatan ini khusus di Jateng akan didampingi karena kegiatan ini sebagai wahana atau media pembelajaran yang sangat tinggi melibatkan transfer teknologi serta inovasi.      


Pencanangan Gerakan Serentak/ GERTAK Birahi dan Inseminasi Buatan dan Gangguan Reproduksi/ GANGREP tingkat provinsi jateng dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak, Baturaden, Jawa Tengah, Kepala Balai Besar Veteriner, Wates, Yogyakarta, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM beserta pendamping program, Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan Hewan se-Karisedenan Kedu, Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, camat Sawangan serta tamu undangan lainnya