A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Punthuk setumbu

widodo anwari Bagian Humas dan Protokol


Nuryazid (Ketua Pengelola Punthuk Setumbu)
“Punthuk Setumbu dulu diperkenalkan Oleh Seorang Fotografer Borobudur.”

Salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Magelang, dan sudah tidak asing lagi bagi warga Kabupaten Magelang adalah Punthuk Setumbu. Daerah ini dahulu merupakan salah satu tempat penggembalaan berbagai hewan ternak, mulai dari kambing, kerbau hingga sapi. Dalam istilah Bahasa Jawa “Pangonan”. Merupakan sebuah  dataran tinggi yang menjulang, jika kita berada disana maka akan terlihat “Sun Rise” yang sangat mengagumkan. Dengan warna –warna yang cukup eksotik dan merupakan surga bagi pelancong yang gemar berpetualang.

“Dulu sebenarnya masyarakat sudah tahu kalau tempat ini sangat indah untuk dikunjungi, namun masyarakat belum tahu bagaimana cara mengekpose keindahan alam ini. Suatu ketika ada seorang fotografer yang asli Borobudur bernama Pak Parno, kemudian dia memfoto dan diikutkan dalam lomba fotografer dan menang, mulai saat itu banyak fotografer yang berlomba-lomba datang ke sana untuk mengabadikan keindahan fenomena alam yang ada disana, sekarang sudah banyak terpampang di Media Sosial mengabadikannya, dan banyak pengunjung datang kesana,” Kata Nuryazid, salah satu ketua pengelola Punthuk Setumbu.

Ditandaskan pula oleh Nuryazid bahwa dengan harga tiket yang tergolong murah, yakni sekitar Rp.15.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000, untuk wisatawan Manca Negara. Ternyata mampu menyedot wisatawan yang cukup banyak. Hal ini terbukti jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup tajam. Apalagi pada bulan-bulan tertentu semisal bulan juli-Agustus. Bisa mencapai 200-700 pengunjung.

Meski sebenarnya ada beberapa Punthuk, semisal Punthuk Cemuris, Punthuk Setumbu (Untuk Mengeringkan Gabah), Kemudian Punthuk Cething ( tempat Nasi) dan juga Punthuk Setompo ( Tempat Gabah namun lebih kecil). Namun yang lebih dikenal orang adalah Puntthuk Setumbu. Dulu tempat ini sangat luas, namun karena sifat alam sehingga sekarang tidak begitu luas, disamping sekelilingnya ditanami tanaman, dan juga ada Gasebo yang berfungsi untuk tempat istirahat para pengunjung yang datang kesana.

Serasa Berada Diatas Awan.

Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari tempat ini wisatawan juga bisa melihat megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut. Apalagi sekarang sudah ada jalan setapak yang di Cor Block  memungkinkan wisatawan semakin nyaman ketika menuju ketempat tersebut. Dengan dikelilingi oleh beberapa rumpun pohon bambu, menambah suasana segar pegunungan semakin nyata.

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Karena itu tak heran jika tempat-tempat wisata yang menyajikan pemandangan sunrise selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebut saja Gunung Bromo di Jawa Timur, Bukit Sikunir di Dieng Jawa Tengah, dan Bukit Punthuk Setumbu di Magelang.

Dari ketiga tempat tersebut, Bukit Punthuk Setumbu memiliki pemandangan pagi yang berbeda. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan juga bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur nan apik  dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan.

Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu. Selamat berwisata.***) Widodo Anwari