A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

"Gempa Dasyat Mengguncang Kabupaten Magelang”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid, 30/Maret 2016

Gempa! Gempa! Gempa! Seruan dari ratusan siswa dan guru, dan masyarakat  suarateriakan ratusan siswa dan guru, dan juga masyarakat  tiba-tiba menyeruakdi tengah suasana perkampungan didesa Baleagung, Grabag. *(Tadi Pagi-red).*

Mereka berlarian ketakutan sambil menutup kepala mereka buku, tas ataubenda-benda seadanya menuju ke titik kumpul di lapangan basket. Ada pulayang berlindung di bawah kursi dan   meja.

Di saat yang hampir bersamaan, ada kobaran api di salah satu sudut kampung.Beberapa masyarakat, siswa tampak sigap memadamkan api menggunakan karunggoni yang sudah dibasahi api. Ada pula siswa yang menggunakan alat pemadamapi ringan.

Begitulah gambaran simulasi bencana yang diadakan BPBD (BadanPenanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Magelang.  Simulasi yang diikutioleh sedikitnya 250 perwakilan siswa SD, masyarakat Desa Baleagung, Grabag,Kabupaten Magelang, itu bertujuan meningkatkan kesigapan sekolah dan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi.
Selain simulasi antisipasi gempa bumi, peserta juga dilatih langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kab. Magelang Ir. Gunawan Iman Suroso, MM, tentang bagaimana bersikap jika terjadi  kebakaran. Eko menjelaskan, jika muncul kobaran api mereka diminta tidak panik, tetapi segera menghubungi pemadam kebakaran.

Eko juga memberi contoh cara memadamkan api secara mudah dan sederhana, yaitu dengan karung goni yang sudah dibasahi air atau jika ada dengan alat pemadam kebakaran ringan. “Jika tidak ada karung goni, bisa pakai handuk, selimut atau kain tebal lainnya yang sebelumnya dicelupkan dulu di air. Namun intinya, jangan panik dulu,” jelas Ir. Gunawan.

Lebih lanjut dikatakan oleh Bapak Ir. Gunawan bahwa  simulasi bencana itu penting mengingat wilayah Kabupaten  Magelang rentan terhadap terjadinya bencana terutama kebakaran pada musim kemarau, tanah longsor, angin puting beliung terlebih ancaman gempa bumi.

“Apalagi banyak sekolah-sekolah di Kabupaten  Magelang memiliki bangunan berlantai dua. Tentu hal ini sangat rawan terhadap bencana gempa bumi dan kebakaran, yang berakibat kerugian baik materiil maupun immaterial bagi masyarakat,” jelas Bapak Ir. Gunawan  di sela-sela kegiatan simulasi.

Oleh karena itu, lanjut Bapak Ir. Gunawan, diperlukan kewaspadaan dan kesiagaan warganya khususnya bagi pelajar , guru, masyarakat  dalam mengantisipasi dini terjadinya bencana yang datangnya tidak dapat diperkirakan kapan dan dimana.

“Setelah simulasi ini diharapkan peserta mampu memberikan pertolongan kepada dirinya sendiri, masyarakat di sekitarnya serta mampu berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dengan penanggulanagan bencana,” tandasnya.

Simulasi Bencana Bermanfaat.

Senada dengan Ir. Gunawan, Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP juga sependapat. Bahkan sangat mendukung kebijakan sosialisasi penanganan bencana yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang. Dikatakan oleh Bupati bahwa Dalam pelaksanaannya, penanggulangan bencana tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah bersama-sama masyarakat sebagai salah satu wujud perlindungan kepada warga Negara.

 “Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Menyatakan juga bahwa Penanggulanga Bencana dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana. Pengurangan resiko bencana merupakan salah satu perwujudan fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat,”tandas Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP.

Bupati Magelang juga berharap bahwa kegiatan simulasi ini dapat bermanfaat dan berguna dalam rangka mengantisipasi bencana yang mungkin bisa saja terjadi sehingga dampak dari sebuah bencana yang terjadi bisa kita minimalkan, dan juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat, para pelajar, relawan yang bertugas atau tinggal di kawasan rawan agar terus membekali diri dengan giat berlatih dalam simulasi penanganan darurat kebencanaan sehingga bisa menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana.

“Seluruh lapisan masyarakat , termasuk pelajar, merupakan potensiyang harus dipersiapkan dalam rangka penanggulangan bencana, mengingat masyarakat tidak lagi hanya sebagai obyek, akan tetapi sebagai subyek bahkan pelaku utama dalam penanganan bencana resiko pengurangan membutuhkan suatu upaya terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif,”Ujarnya Bupati. ****) Widodo Anwari/Humas Protokol setda kabupaten Magelang,*