A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

"Mari Jaga Kebhinekaan Bangsa Kita"

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Ribuan peserta ikuti Apel Nusantara Bersatu dengan tema "Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika" di laksanakan dilapangan  Drh Soepardi  jalan Soekarno-Hatta kota Mungkid, (30/11). Dalam kegiatan apel tersebut selain   pembacaan puisi oleh Drs. Bambang Eko Prasetyo,  juga penyampaian orasi oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin. SIP.  agar seluruh komponen masyarakat bersatu dan tetap menjaga kebinekaan.

"Kita bangsa yang besar dan kaya, bangsa yang majemuk kaya akan keragaman budaya, suku bahasa dan agama, mari kita pelihara keragaman ini  supaya kita tidak mudah di pecah belah dan di adu domba" ujarnya.

Indonesia akan kuat dan maju kalau semua bersatu, serta tidak akan mudah di pecah belah kalau semua  saling menghormati dan menghargai adanya perbedaan.

"Mari kita jaga kebinekaan Bangsa kita" tegas Bupati

Selanjutnya berbagai pertunjukan seni dan hiburan ditampilkan seperti topeng  ireng dari Pakis, Drumband dari MTs Borobudur, juga barongsai dari Yon Armed 11 dan juga sorengan dari Kabupaten Temanggung yang menambah semarak kegiatan Apel.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Akmil Mayjen TNI Arif Rahman, Kadet Binjuang Akmil Kolonel Inf Joko Purnomo, Dandim Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari S.Sos, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP.  Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Muslih, Forkopimda Kabupaten Magelang, Forkopimda Kabupaten Temanggung, Forkopimda Magelang Kota dan masyarakat Magelang.

Bupati ajak masyarakat berdoa.

Apel Kebhinekaan dan Cinta Damai ini merupakan satu kegiatan yang bertujuan  mengajak semua pihak untuk terlibat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan ikut membantu menciptakan situasi damai dan tenang di masyarakat.

“Apel ini mempertemukan tokoh-tokoh, mempertemukan katakanlah mereka yang kita anggap mampu ikut menenangkan keadaan, supaya apa yang terjadi di Jakarta dan di tempat lain, tidak sampai ke tempat kita, dan syukur-syukur kalau di tempat lain bisa segera selesai," ujarnya.

Zaenal Arifin, SIP mengimbau agar masyarakat melakukan doa bersama, upaya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama harus terus ditingkatkan, terutama dengan saling menghormati antar umat beragama demi kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Dengan diadanya kegiatan ini untuk kembali menyadarkan kita  bahwa pentingnya bersatu karena dulunya kita membangun kemerdekaan dengan persatuan.

"Kalau dulunya tidak adanya persatuan tidak mungkin kemerdekaan kita terwujud," katanya. Adapun situasi yang sensi dari luar, bahwa situasi saat ini kita mengalami ada upaya upaya untuk berusaha memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dengan cara menyebarkan isu isu sara. "Kita harus sadar bahwa wilayah kita yang potensi sumber daya alamnya besar, dimana negara negara lain itu pengen menguasai wilayah kita, kalau kita tidak sadar akan potensi itu maka kita akan terpecah belah.

Dengan diadakannya aksi Nusantara Bersatu ini diharapkannya akan mengingat kembali sejarah perjuangan dimasa dahulu pada saat sebelum era sumpah pemuda kita berjuang selama 300 tahun dengan sifat ke daerahan itu tidak berhasil tapi setelah era sumpah pemuda hanya butuh waktu 17 tahun kita berhasil mengusir penjajah.

"Dan kami juga mewajibkan kepada seluruh peserta yang ikut dalam aksi Nusantara Bersatu Bhinneka Tunggal Ika ini untuk menggunakan ikat kepala merah putih yang mana bersimbolkan kesatuan bangsa indonesia," tandasnya**) Widodo Anwari