A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 55
Function: _userAgent

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 17
Function: browser_user

File: /home/skpd038/public_html/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd038/public_html/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 160
Function: _userAgent

File: /home/skpd038/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 18
Function: os_user

File: /home/skpd038/public_html/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd038/public_html/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

Setda Kabupaten Magelang

Rakor Bakohumas III Tahun 2019

Tue, 01 2020 dilihat: 13 kali

Mendidik dan merawat anak bukanlah sebuah persoalan yang mudah. Mempersiapkan para buah hati dan peserta didik agar mereka menjadi apa yang kita harapkan tentunya akan banyak menemui berbagai persoalan dan kendala. Diperlukan bekal ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan agar mereka tumbuh menjadi putera dan puteri yang sehat, cerdas, memiliki keunggulan karakter dan berakhlak mulia.

Terlebih, di era keterbukaan informasi yang meniadakan sekat dan batas antar negara ini, anak-anak kita dijejali dengan berbagai informasi dan tontonan yang belum sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka. Bahkan para orang tua dengan mudahnya memberikan iming-iming gadget, agar mereka lebih anteng, tidak rewel ataupun mau tinggal di rumah tanpa menyadari bahwa gadget merupakan benda yang teramat berbahaya dan sumber malapetaka untuk anak jika penggunaannya tidak diawasi oleh orang tua.

Berbagai persoalan degradasi moral anak-anak bangsa, seperti kasus kekerasan antar anak-anak, guru dan murid, guru dan orang tua murid, pornografi yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, ataupun kasus kecanduan game di hp hingga menyebabkan gangguan kejiwaan merupakan sedikit contoh peristiwa miris yang menjangkiti anak-anak Indonesia.

Ada sebuah persoalan mendasar yang harus segera diperbaiki, yakni terkait dengan pembentukan karakter anak-anak, yang harus dimulai sejak usia dini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindaklanjuti dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dunia pendidikan.

Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan untuk membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan; mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia;  merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter.

Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik dengan adanya berbagai kegiatan parenting yang memberikan banyak kemanfaatan untuk meningkatkan kualitas dalam mendidik dan merawat anak yang disertai dengan penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini sebagaimana hari ini. 

Anak-anak merupakan kekayaan dan investasi masa depan yang tiada ternilai harganya. Memberikan bekal pendidikan terbaik akan memberikan pencerahan dan kesuksesan di masa depan mereka. Keberhasilan di dalam mendidik anak-anak kita akan menentukan nasib bangsa Indonesia di masa depan.***) Widodo Anwari Humas da Protokol