A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MERAPI TAHUN 2019

WIDODO ANWARI, S.Sos Bagian Humas dan Protokol

Gunung Merapi yang merupakan gunung paling aktif di dunia, memiliki ancaman bahaya erupsi berupa awan panas, jatuhan batuan, hujan abu vulkanik dan banjir lahar hujan.

Gunung Merapi saat ini berada dalam level 2 atau WASPADA. Secara geografis, Kabupaten Magelang memiliki 3 (tiga) area terancam yaitu Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 Merapi yang berada sisi barat  dan barat daya Merapi dan meliputi 3 (tiga) kecamatan dan 19 desa, dengan rincian Kecamatan Srumbung 8 Desa, Kecamatan Dukun 8 Desa, Kecamatan Sawangan 3 Desa. Total penduduk yang berada di KRB 3 tersebut berjumlah 53. 592 Jiwa.

BPPTKG Yogyakarta selaku institusi yang diberikan wewenang dalam pengamatan dan penelitian aktifitas Merapi telah memberikan laporan dan peringatan tentang aktifitas Merapi. Target penanganan bencana Merapi adalah tidak ada korban jiwa atau Zero Victim Disaster. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan langkah-langkah kesiapsiagaan baik oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat dan dunia usaha.

Pengalaman erupsi Merapi tahun 2010 memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua, bagaimana kesiapsiagaan harus kita lakukan guna penanganan bencana erupsi Merapi.

Untuk itu sebagai bentuk pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat, kita perlu melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi aktifitas Merapi, baik dari sisi perencanaan ataupun teknis. Dari sisi perencanaan, Kabupaten Magelang telah menyusun dokumen Rencana Kontinjensi Merapi, sehingga apa yang akan dilakukan Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder telah tertuang dalam rencana kontinjensi tersebut.

Dari sisi teknis, BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan sosialisasi antara lain :

1.  Melakukan sosialisasi di tingkat masyarakat dan sekolah-sekolah yang berada di KRB 3;

2.  Pembentukan desa saudara/ sister village dimana 19 Desa di KRB 3 Merapi berpasangan dengan 42 desa di 9 kecamatan yang aman. Dan ada tiga desa di Kabupaten Boyolali yang akan melakukan evakuasi ke Kabupaten Magelang;

3.  Pendataan jalur evakuasi dan pemasangan rambu-rambu evakuasi;

4.  Pendataan TEA yang ada yaitu 17 TEA yang telah dibangun pada tahun 2012 (Hibah BNPB) dan 10 TEA yang dibangun dengan APBD Tahun 2017. Pada rakor kali ini, mari kita bahas kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menghadapi erupsi Merapi. Jangan sampai masyarakat yang karena pengalaman erupsi 2010 menjadi siap, namun kita di Pemerintahan belum siap.

Kita perlu mengetahui :

1.  Bagaimana kesiapan jalur evakuasinya. Kita ketahui bersama, jalur evakuasi juga digunakan sebagai jalan umum dan jalan tambang.

2.  Bagaimana kita menyiapkan tempat evakuasi yang layak? Tempatnya bagaimana? MCKnya bagaimana?

3.  Darimana kebutuhan air bersih dan air minum kita dapatkan?

4.  Bagaimana kesiapan logistik bagi mengungsi dan petugas? Bagaimana sistem logistiknya? Saat ini titik evakuasi sudah dapat kita ketahui dengan adanya program Desa Saudara.

5.  Bagaimana pengelolaan ternak milik masyarakat?

6.  Tidak kalah penting adalah bagaimana pelibatan sektor dunia usaha dalam ikut serta dalam penanganan erupsi Merapi.

Permasalahan-permasalahan tersebut di atas perlu kita urai untuk mencari solusi pemecahannya.

Untuk itu kepada SKPD/sektor-sektor yang terlibat saya persilakan untuk melaporkan persiapan dan segala permasalahan yang dihadapi, yakni :

1.  BPBD Selaku Koordinator Manajemen Posko;

2.  Dinas Perhubungan, Koordinator Sektor Evakuasi;

3.  Dinas Kesehatan, Koordinator Sektor Kesehatan;

4.  Dinas Pendidikan, Koodinator Sektor Pendidikan;

5.  Dinas Sosial PPA PPKB, Koordinator Sektor Logistik;

6.  Dinas Sosial PPA PPKB, Koordinator Sektor Dapur Umum;

7.  Dinas PUPR, Koordinator Sektor Barak;

8.  POLRES, Koordinator Sektor Keamanan;

9.  Dinas Kominfo, Koordinator Sektor Komunikasi dan Informasi;

10.        Bagian Perekonomian, Koordinator Sektor Ekonomi. ***) Widodo Anwari, S.Sos