A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ratusan Penjor Akan Hiasi Jalan Masuk Candi Borobudur

Widodo Anwari/Humas protocol Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid,Penjor adalah seni kreasi merangkai janur (daun kelapa muda) yang biasanya menjadi hiasan umbul-umbul di pinggir jalan maupun dekorasi pelaminan pesta pernikahan. Ratusan penjor itu berdiri menghiasi concourse Manohara Hotel, taman Ashsobya, hingga halaman sekitar Candi Buddha terbesar di dunia itu. Penjor tersebut merupakan hasil kreasi dari sejumlah warga yang mewakili 20 desa di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Puluhan perajin dekorasi pernikahan akan ikuti festival penjor di komplek taman wisata Candi Borobudur, berbagai bahan dan bentuk sudah mulai dipersiapkan oleh peserta Sabtu (24/4). Festival yang akan berlangsung hinngga 4 Mei mendatang tersebut merupakan bentuk  kepedulian  dari humas BUMN terhadap seni budaya penjor yang dinilai sudah mulai hilang karena berganti dengan bahan sintetis.

Kepala divisi administrasi taman wisata Candi Borobudur Aryono Hendro, menjelaskan bahwa festival penjor ini dalam rangka menyambut munas humas BUMN yang ke 9, serta sebagai wujud kepedulian dari forum humas BUMN yang tujuanya untuk menggeliatkan kembali budaya seni penjor yang sudah mulai dilupakan masyarakat. “Kebanyakan penjor sekarang menggunakan bahan sintetis, yang harganya jauh lebih mahal, “ katanya. Aryono menyebutkan bahwa fistival kerajinan yang berbahan baku janur dan pohon pisang ini, akan berlangsung selama 3 pekan yakni mulai Minggu 17 April hingga 4 Mei 2016 mendatang, dengan target 300 penjor. “Besok 300 penjor hasil karya peserta  yang kebanyakan dari warga sekitar Candi ini,  akan di pasang di beberapa titik jalur pengunjung Candi, sehingga para wisatwan bisa melihat dan berfoto di situ, “jelas Aryono.

Sementara salah satu peserta Eko Sukirmanto asal Borobudur, mengaku senang bisa mengikuti festival penjor ini. Dia mengungkapkan bahwa seni penjor sebenarnya tidak mudah dan tidak semua orang bisa meskipun kelihatanya sederhana. “Ada beberapa teknik yang harus di kuasai perajin penjor, terutama saat mengiris janur, semua harus hati-hati dan teliti sehingga kalau dirangkai akan rapi, “terangnya. Seni penjor lanjutnya, ada beberap jenis dan model, sesuai dengan keinginan perajin, dan masing –masing model,  kalau orang jawa ada maknanya sendiri-sendri. “Jadi dalam pembuatan penjor tidak boleh asal asalan,“ pungkas Eko. "Kami ingin mengangkat kembali penjor ini menjadi seni dan budaya masyarakat. Sebab, belakangan penjor sudah jarang dipakai, bergeser dengan hiasan yang modern untuk umbul-umbul maupun pelaminan," kata Hendro,  ****) Widodo Anwari/Humas Protokol setda Kab. Magelang-zis*