A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ratusan “Siswa Bersih-Bersih lingkungan Candi Borobudur”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol


Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kemenko Kemaritiman serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) bersama ratusan pelajar SLTP dan SLTA di Candi Borobudur ,(26/9). GBBS juga  di laksanakan oleh  tiga kementrian tersebut di 10 lokasi distinasi wisata nasional di Indonesia.

  Asisten Deputi Warisan Budaya pada Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK Pamuji Lestari,  mengatakan, pencanangan GBBS sendiri telah dilangsungkan di Pulau Seribu, beberapa waktu lalu. GBBS  merupakan mandat dari revolusi mental  yang diminta untuk melakukan sebuah gerakan nasional.

“GBBS tidak hanya membuat lingkungan bersih, tapi ke depan dapat meningkatkan aset wisata karena dengan lingkungan yang bersih akan membuat wisatawan suka untuk datang dan semakin meningkat jumlahnya,” kata Pamudi di sela-sela Sosialisasi dan Aksi GBBS di pelantaran Candi Borobudur.


Dia menegaskan, Borobudur menjadi salah satu warisan dunia, yang  setiap tahun diminta UNESCO membuat laporan dan progres apa yang dilakukan pascaditetapkan sebagai warisan dunia.

“PBB melihat Indonesia sangat konsen dan komit terhadap warisan budaya. Borobudur selain sebagai warisan dunia, juga merupakan kawasan strategis lokasi wisata nasional, maupun internasional,” ungkap Pamuji.

Setelah Borobudur, lanjut dia, GBBS juga akan dilaksanakan di beberapa distinasi wisata nasional seperti di Labuan Bajo, Danau Toba, Pulau Komodo, dan lainya.

“Kalau punya sesuatu budaya itu harus bisa menyejahterakan dan memandirikan bangsa. Salah satunya harus dipicu dengan kebersihan, meskipun revolusi mental  tidak hanya bersih. Paling tidak sebagai goalnya GBBS yakni, mereka datang ke sini tidak  corat-coret, tidak buang sampah sembarangan, kemudian ikut melestarikan aset,” papar Pamuji.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Marsis Sutopo, menilai momentum GBBS  yang melibatkan ratusan anak sekolah tersebut sangat baik. Dengan harapan mereka akan menghargai komitmen, gotong royong dan menghargai budaya nenek moyang.

“Mencintai warisan nenek monyang, sudah seharusnya muali ditanamkan kepada generasi muda. Aksi-aksi  seperti ini bisa dikembangkan dan menjadi aksi yang berkelanjutan. Kita selalu berharap  pelajar-pelajar di Magelang  mau memahami dan ikut dalam melestarikan warisan budaya dunia ini,” harap Marsis.**) Widodo Anwari