A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Ribuan Warga Gelar Tradisi Usap Kepala Anak Yatim

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Ribuan warga Desa Blongkeng dan Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar serta Desa Sirahan Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menggelar tradisi pengusapan kepala anak yatim.

Tradisi ini digelar di halaman Ponpes Darussalam Gatak Titak. Dalam acara ini, sebanyak 69 anak yatim duduk berjejer dua baris. Ribuan warga kemudian saling antri untuk mengusap rambut dan mencium kepala anak yatim sambil mendoakannya.(12/10)

Setelah itu, warga memasukkan amplop berisi sumbangan di kotak amal. Hingga acara selesai berhasil terkumpul dana sebanyak Rp 61.500.000, yang seluruhnya diberikan kepada anak-anak kurang beruntung tersebut.

Sejumlah ibu-ibu dan nenek renta terlihat berjalan tertatih sambil menciumi rambut anak yatim dan mendoakannya. Dengan bercucur air mata mereka mengucap rambut anak yatim. Adapun anak-anak terlihat meneteskan air mata karena haru dan teringat orang tua mereka.

"Anak yatim yang diusap ada 69 namun yang disantuni sebanyak 104. Sebagian tidak bisa hadir karena sekolah. Seluruh dana kami bagi rata ke mereka. Adapun untuk biaya acara menggunakan iuran panitia sebesar Rp 5 juta," kata Ketua Panitia Pengusapan Syariful Anam.

Anam mengatakan tradisi ini digelar setiap tanggal 10 Sura atau 10 Muharram. Selain itu, setiap bulan Ponpes Darussalam juga membagikan dana Rp 50 ribu per anak hasil kotak infak kepada anak yatim.

Anak yatim terkecil berusia 3 tahun yakni Eliska Putri Nabila dari Dusun Jatisari, Desa Blongkeng. Bocah cantik tersebut kehilangan ayahnya sejak umur 1 tahun karena kecelakaan lalu lintas. "Kami meneruskan tradisi yang sudah ada sejak zaman nabi. Menurut kepercayaan, barang siapa mengusap dan memberikan santunan kepada anak yatim di tanggal 10 Muharom maka akan mendapatkan pahala dan bahkan dibalas berlipat ganda,” kata Anam.

Pengasuh Ponpes Darussalam Kyai Rohmad berharap uang santunan ini bisa digunakan untuk membiayai pendidikan mereka. Ia tidak ingin ada anak yatim putus sekolah dan putus dalam mengaji karena ketiadaan biaya.

”Uang santunan ini bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membiayai pendidikan mereka. Jangan sampai ada anak yatim putus sekolah karena ketiadaan biaya," kata Kyai Rohmad.

Sementara itu, salah satu peserta Eko Susilo mengaku datang dari Kota Solo untuk berpartisipasi. Ia terharu dengan partisipasi dan kepedulian warga Ngluwar terhadap anak yatim.

"Kebetulan saya sedang tugas di Magelang jadi sekalian berpartisipasi. Kami salut dengan kepedulian warga yang ikhlas memberikan santunan. Ini sangat menginspirasi. Anak-anak yatim membutuhkan uluran tangan kita semua,” kata Eko**) Widodo A