A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

SD Taman Agung Muntilan, Terapkan Satu Siswa Tanam Satu Pohon

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Sekolah Dasar Negeri Taman Agung Muntilan, merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program  “Adiwiyata”,  dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Program Adiwiyata sendiri telah dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan berlanjut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah.

Komitmen untuk mengingatkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang memuat beragam konsep  pembelajaran juga dituntut harus mampu membentuk karakter siswa/i-nya sebagai individu yang mau peduli terhadap kesehatan dan isu-isu lingkungan serta mau ikut memelihara lingkungan di sekitar sekolah dan tempat tinggal masing-masing. Sekolah ini juga berusaha menyeimbangkan prestasi siswa/i-nya yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik tetapi juga berprestasi di bidang non akademik, khususnya yang terkait dengan sisi kepedulian terhadap lingkungan. Untuk lebih mengetahui tentang program sekolah adiwiyata “Reporter” Majalah Suara Gemilang mencoba mewawancarai Kepala sekolah SD N Taman Agung IV, Agus Santosa,S.Pd , diruang kerjanya, berikut petikan wawancaranya tersaji khusus pembaca “SG” setia.

Sebenarnya Konsep Adiwiyata tersebut bagaimana?

Jadi begini, Sekolah ini  dirancang menjadi tempat pembelajaran berwawasan lingkungan. Wawasan lingkungan meliputi pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran, dan mencegah kerusakan lingkungan, tentunya tidak mengabaikan fungsi penting lainnya sebagai tempat belajar secara akademik maupun non akademik. Anak diajarkan bagaimana cara memelihara lingkungan dengan konsep menanam pohon, mencintai pohon, dan yang terpenting memelihara pohon dengan baik dan benar. Ada keseimbangan alam, itu yang terpenting.

Bagaimana keterlibatan warga sekolah terutama yang ada di SD ini?

Kami selalu menyadarkan segenap warga sekolah bahwa kelestarian lingkungan sangat dibutuhkan oleh anak cucu kita. Dari kepala sekolah, guru, karyawan, peserta didik,masyarakat sekitar sekolah, hingga orang tua siswa bekerja bersama untuk menjaganya. Semua harus ikut handarbeni terhadap program ini.

Bentuk keterlibatannya bagaimana ?

Ada kegiatan yang menjadi pembiasaan kegiatan ramah lingkungan. Tiap pagi hadir langsung aksi membersihkan lingkungan, menyiram tanaman, memasukkan sampah pada tempatnya, sampah dikumpulkan untuk diolah menjadi barang-barang pakai atau hiasan, bila sampah terkumpul banyak akan dijual.

Adakah kewajiban anak untuk berperan aktif dalam proses penanaman pohon?

Ada. Bahkan setiap anak wajib menanam 1 pohon, ikut serta dalam kegiatan program kali bersih, GPS(gerakan pungut sampah di pasar dan terminal), pameran produk-produk olahan sampah. Bila ada siswa atau guru terbukti memetik daun, buah, atau bagian tumbuhan dengan alasan tidak tepat akan didenda membawa satu bibit tanaman.

Peran orang tua wali bagaimana?

Orang tua sangat mendukung. Mereka siap meluangkan waktu untuk ikut serta mewujudkan sekolah adiwiyata. Orang tua bahkan ada yang ikut melakukan proses semua itu, bahkan ada yang ikut menanam pohon bersama sama dengan guru dan pihak sekolah. Semua terlibat.

Pernah ikut lomba sekolah kaitannya dengan program adiwiyata?

Mengikuti lomba–lomba yang diadakan sekolah, seperti : Lomba Adiwiyata anatar kelas, lomba RTH antar kelas, lomba bank sampah anatar kelas. Beberapa kelas sudah melaksanakan bank sampah mandiri dan hasilnya digunakan untuk menokong kebutuhan kelas. Kepedulian siswa disamping kemandirian siswa itu yang perlu kita tanamkan kepada siswa sejak dini.

Pelajaran tambahan mata pelajaran yang berkaitan dengan lingkungan hidup apakah diperlukan?

Ada tambah pembelajaran tentang adiwiyata yang diberi nama Pendidikan Lingkungan Hidup dan Adiwiyata. Pembelajaran ini diberi porsi sebagai mata pelajaran tersendiri yang dimaksukkan dalam Muatan Lokal. Tiap kelas mempunyai alokasi 2 jam pelajaran tiap minggunya. Disamping itu sikap ramah lingkungan juga inklut ke semua mata pelajaran yang lain. Kegiatan Adiwiyata dimasukkan dalam Kurikulum, Silabus pembelajaran, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sekolah diciptakan sebagai laboratorium pelestarian alam.

Apakah ada semacam Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekolah ini?

Tiap kelas mempunyai RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang menjadi ajang siswa dalam mengelola lingkungannya. Tiap anak mempunyai tanggung jawab terhadap tumbuhan yang ditanamnya. Membangun semangat segenap guru dan karyawan, Membangun pembiasaan peserta didik sehingga menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupannya. Membangun kemitraan (masyarakat, Orang tua murid, badan usaha, BLH, DPU, Puskesmas, Kecamatan, pemerintah Desa). Ke depan para siswa bisa menjadi pionir di masyarakat atau komunitasnya dalam mengelola lingkungan hidup yang bersih, sehat, ramah, terhindar pencemaran.

Hambatan yang ada dalam program ini?

Masih ada sebagian masyarakat yang belum sadar dalam memelihara binatang ternaknya sehingga merusak tanaman.  Para pedagang keliling yang belum mampu mengelola sampahnya sendiri.

Bantuan dari Pemerintah terhadap sekolah ini kaitanya dengan sekolah adiwiyata?

BLH memberikan bantuan bibit tanaman, hidrophonik, tenaga ahli ,dan pelatihan, Dinas BLH dan Kecamatan sering memberikan motivasi.***) Widodo Anwari