A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Sebagian besar kasus AIDS terdapat pada kelompok usia produktif

bagian humas Bagian Humas dan Protokol

Sebagian besar kasus AIDS terdapat pada kelompok usia produktif

Kota Mungkid (humprot) – Saat membuka konsultasi publik penyusunan Raperda Penanggulangan HIV dan AIDS di ruang rapat bina praja, sabtu (8/8), Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP melalui Plt Sekda mengatakan bahwa sebagian besar kasus AIDS terdapat pada kelompok usia 20-29 tahun sebesar 50% dan kelompok umur 30-39 tahun sebesar 29,6% dan hal tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama. Melihat data tersebut menunjukkan bahwa ada suatu ancaman serius terhadap keberlangsungan generasi muda ke depan. Zaenal menjelaskan Kabupaten Magelang terus berupaya melakukan pencegahan dan menanggulangi HIV dan AIDS bekerjasama dengan swasta dan LSM, namun hasilnya belum maksimal. Masyarakat sendiri masih mendiskriminasikan penderita, ujarnya. Hak-hak penderita terhadap pengobatan dan perawatan belum mendapatkan perhatian semestinya. Alokasi dana untuk pencegahan HIV dan AIDS masih terbatas baik dari APBD Kabupaten Magelang maupun swasta atau pihak ketiga. Oleh karena itu mengingat potensi penyebaran HIV dan AIDS sedemikian besar dan akibat yang ditimbulkan dapat menurunkan produktivitas dan derajat kesehatan masyarakat, maka penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Magelang perlu diatur dalam payung hukum yang lebih jelas melalui perumusan rancangan Peraturan Daerah tentang penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Magelang.

Berdasarkan data resmi Kementrian RI hingga akhir September 2014, menempatkan Jawa Tengah para peringkat ke 7 di Indonesia dan Kabupaten Magelang saat ini menempati urutan ke 25 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Di Kabupaten Magelang jumlah penderita HIV dan AIDS hingga Maret 2015 tercatat sejumlah 76 orang yang tersebar di 16 kecamatan dengan berbagai usia dan terus meningkat karena penularan dan penyebarannya sangat cepat mengingat Kabupaten Magelang merupakan wilayah destinasi wisata dengan tingkat kunjungan turis domestik maupun mancanegara cukup tinggi dan berselebahan dengan Kota Yogyakarta yang merupakan kota dengan pertumbuhan dan populasi HIV dan AIDS sangat tinggi. 

Konsultasi publik bertujuan untuk menampung atau menghimpun saran atau masukan dari berbagai unsur masyarakat guna penyempurnaan raperda tentang penanggulangan HIV dan AIDS dengan harapan raperda dimaksud akan semakin sempurna dan dapat dilaksanakan. Dihadiri 39 peserta yang terdiri dari LSM, perguruan tinggi, praktisi kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat dunia usia, SKPD teknis dan tamu undangan. 

Sementara itu, narasumber dari Kementrian Hukum dan HAM Kanwil Jawa Tengah Tri Juniyanto, SH, MH mengatakan sebenarnya aspek pada raperda tentang penanggulangan AIDS ini yang paling utama sebenarnya bukan pada aspek kesehatan tetapi pada aspek yang berkaitan dengan hak asasi manusia. Karena ada masyarakat yang belum terinfeksi dan yang sudah terinfeksi. Untuk yang belum terinfeksi mereka punya hak untuk melindungi dari penularan virus tersebut dan orang yang sudah terinfeksi harus mendapat perlakuan seusai dengan proporsinya.