A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

“Setuju Harga Rokok Naik Jika Harga Tembakau Juga Naik”

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Ir. Wijayanthi, M.si : Kepala Distanbunhut Kabupaten Magelang

 

Wacana kenaikan harga rokok masih hangat diperbincangkan berbagai kalangan. Tidak terkecuali bagi petani tembakau di Kabupaten Magelang. Meskipun kenaikan harga rokok baru berupa wacana. Namun hal tersebut cukup membuat para konsumen rokok risau.
Menurut mereka, kenaikan harga rokok bisa menjadi angin segar bagi perekonomiannya. Sebab, kenaikan harga rokok bisa menjadi peluang besar untuk menaikkan harga tembakau sebagai bahan dasar rokok. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Magelang, Ir. Wijayanti, Msi. menyambut baik wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. Dengan naiknya harga rokok, diharapkan bisa diikuti dengan kenaikan harga tembakau.

"Tapi jika tidak ada kenaikan dengan harga tembakau, yah, bagaimana. Tidak berpengaruh kepada apapun, dan perlu diingat bahwa apabila harga tembakau tinggi, bisa menyejahterakan petani tembakau diKabupaten Magelang, jangan harga rokok naik, harga tanaman tembakau malah anjlok "tambah Wijayanthi.(25/8).
Tetapi yang menjadi satu kendala dimasyarakat bahwa nantinya jika harga rokok betul-betul diterapkan oleh pemerintah pusat, tentu  imbas penjualan rokok akan mengalami penurunan dan daya beli masyarakat turun. Pihaknya mengatakan bahwa dengan kebijakan kenaikan dan penurunan harga rokok tentu ada positif dan negatifnya bagi masyarakat.
“Jika betul-betul Rokok sampai Rp. 50.000,- tapi siapa yang mau membeli?” Ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa luasan tanaman tembakau musim  sekarang mengalami penurunan menjadi sekitar  4.000-5.000 Ha, jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sekitar 7.000 Ha tanaman tembakau.
Wijayanthi juga  menambahkan, saat ini petani tembakau di Kabupaten Magelang  mengeluh karena harga tembakau turun, disinggung mengenai harga tembakau saat ini, pihaknya hanya mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
Kualitas Tembakau
Sementara menyinggung musim panen tembakau tahun ini, mutu kualitas mengalami penurunan kualitas, dikarenakan musim tanam tahun ini mengalami musim hujan yang berkepanjangan, disamping pengaruh musim “El Nino”.

Disampaikan juga oleh Wijayanthi bahwa saat ini para petani tembakau selalu menghadapi persoalan ketidakpastian. Baik ketidakpastian harga jual setelah panen hingga ketidakpastian cuaca seperti sekarang.
"Meski saat ini cuaca masuk musim kemarau, namun hujan masih turun. Pada kondisi kemarau basah seperti saat ini, yang jelas tidak menguntungkan para petani tembakau di sini, Tentu saja sangat tak sebanding dengan biaya serta tenaga yang sudah dilakukan selama ini, Petani di sini juga heran kenapa harga jual tembakau bisa turun, padahal sekarang sedang ramai-ramainya membicarakan rencana kenaikan harga rokok " Tandasnya.
Padahal untuk BEP (Break Event Point), untuk menanam tembakau per Hektarnya sekitar 30-35 Juta/Ha., dengan Hasil tembakau kering rajangan sekitar 600 kg. Sementara harga Tembakau Type B berkisar Rp 20.000,- sampai Rp. 30.000,- kemudian Grade C berkisar antara Rp. 45.000,- sampai dengan Rp. 55.000,- kemudian Harga yang grade D sekitar Rp. 70.000,-an.

Kepala Humas dan protokol Setda Kabupaten Magelang, Edi wasono, SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat.
“Masih menunggu kebijakan dari pusat, dan mestinya harus mengetahui gejolak petani dimasyarakat, yang jelas dan perlu ditingkatkan adalah kesejahteraan dari petani tembakau harus ditingkatkan,” Ujar Edi Wasono, SH. ***) Widodo Anwari/Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang