A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA TINGKAT KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2018

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol

Gempa Bumi merupakan bencana yang bersifat masif, kejadiannya tidak terdeteksi, dampak yang ditimbulkan sangat besar.  Kerusakan akibat gempa bumi seperti bangunan gedung, tempat ibadah, sekolah dan sarana lainnya dapat mengalami kerusakan yang parah.  Selain itu,  akibat kerusakan bangunan tersebut dapat menimbulkan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda. Menengok pelajaran Gempa beberapa waktu yang lalu yang terjadi pada saudara-saudara kita di Pulau Lombok (NTB) makin menambah deret gempa besar yang mengguncang Lombok dan sekitarnya sejak Agustus serta akhir bulan lalu. Sebelumnya, Lombok diguncang gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus 2018.Dari gempa akhir Juli sampai 19 Agustus 2018, korban meninggal hingga mencapai ratusan korban jiwa orang. Kerusakan parah terjadi di mana-mana, khususnya di Lombok Utara.Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita melaksanakan  Simulasi Penanggulangan Bencana sebagai upaya kesiapsiagaan guna pengurangan risiko bencana.


Sejak disyahkannya Undang-Undang nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pada tanggal 26 April 2007, paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari prespektif responsif ke preventif.  Paradigma ini harus menjadi cara pikir dan cara tindak kita semua dan menjadikannya sebagai budaya dalam penanggulangan bencana.

Simulasi evakuasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak khususnya kepada masyarakat  di Lingkungan candi Borobudur untuk menemukenali ancaman dan risiko bencana di lingkungannya, memikirkan cara evakuasi yang benar, melaksanakan evakuasi secara terencana dan terorganisir, melakukan evakuasi untuk menguji apakah sarana prasarana keselamatan sudah memadai atau belum dan dilanjutkan dengan perbaikan rencana kedaruratan atau SOP kesiapsiagaan yang lebih baik.  Simulasi evakuasi yang dilaksanakan dengan baik diharapkan dapat membangun budaya aman dan menumbuhkan naluri penyelamatan diri, menyelamatkan anggota keluarga dan membantu penyelamatan bagi sesama di sekitarnya. Perlu diketahui bahwa  untuk tahun 2018 ini Candi Borobudur bersama Samosir dan Mandalika, oleh BNPB terpilih sebagai lokasi kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana dengan pertimbangan bahwa tingkat resiko yang cukup besar karena daerah tersebut menjadi tujuan wisata.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.