A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Simulasi bencana Alam "Borobudur"

WIDODO ANWARI Bagian Humas dan Protokol

Sejak disyahkannya Undang-Undang nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pada tanggal 26 April 2007, paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari prespektif responsif ke preventif.  Paradigma ini harus menjadi cara pikir dan cara tindak kita semua dan menjadikannya sebagai budaya dalam penanggulangan bencana. Simulasi evakuasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak khususnya kepada masyarakat  di Lingkungan candi Borobudur untuk menemukenali ancaman dan risiko bencana di lingkungannya, memikirkan cara evakuasi yang benar, melaksanakan evakuasi secara terencana dan terorganisir, melakukan evakuasi untuk menguji apakah sarana prasarana keselamatan sudah memadai atau belum dan dilanjutkan dengan perbaikan rencana kedaruratan atau SOP kesiapsiagaan yang lebih baik. 

Simulasi evakuasi yang dilaksanakan dengan baik diharapkan dapat membangun budaya aman dan menumbuhkan, naluri penyelamatan diri, menyelamatkan anggota keluarga dan membantu penyelamatan bagi sesama di sekitarnya.

Perlu diketahui bahwa  untuk tahun 2018 ini Candi Borobudur bersama Samosir dan Mandalika, oleh BNPB terpilih sebagai lokasi kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana dengan pertimbangan bahwa tingkat resiko yang cukup besar karena daerah tersebut menjadi tujuan wisata. Untuk itulah maka Pemerintah Kabupaten Magelang mengapresiasi BPBD yang menyelenggarakan Simulasi Penanggulangan Bencana pada kesempatan ini.

Simulasi kali ini diprioritaskan sebagai pembelajaran dan mengenal bencana di lingkungannya serta upaya pengurangan resiko bencana. Selanjutnya melalui Simulasi Penanggulangan Bencana ini Kami berpesan kepada aparat Pemerintah Kabupaten Magelang, para tokoh masyarakat dan relawan, serta pelaku usaha agar bisa membekali diri sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, serta giat berlatih secara rutin dan terencana, sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana di Kabupaten Magelang, siap melakukan penanganan bencana secara komprehensif dan terpadu sebelum terjadi bencana, saat tanggap darurat dan pada pasca bencana, serta memiliki standar yang baku sehingga terwujud pengurangan resiko bencana.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.