A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Tri Utami : Dawai Asmara Karma Dwipangga Borobudur

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Kota Mungkid,  1 Februari 2017
Relief karma wibangga di Candi Borbudur menginspirasi artis Trie Utami dan Jaringan Kampung (Japung) Nusantara untuk membuat alat musik baru. Alat musik petik ini kemudian diberi nama Dawai Karma Wibangga.
Trie Utami mengatakan pihaknya membuat tiga dawai dengan ukuran dan bentuk berbeda. Dawai tersebut dibuat dari kayu jati dan dipahat oleh seniman asal Situbundo Alligardy.




"Dawai ini adalah wujud hasil kegelisahan kami atas Candi Borobudur. Dawai kami buat sesuai ukuran aslinya pada masa itu," kata Trie Utami dalam Sonjo Kampung di Omah Mbudur Dusun Jowahan, Desa/Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, kemarin.
Menurut Trie Utami Dawai Karma Wipangga ini sangat berbeda dengan dawai asal India maupun daerah lainnya. Ia berharap alat musik ini bisa menjadi ciri khas Candi Borobudur dan kelak bisa membantu mewujudkan gagasan Sounds of Borobudur.


Pendiri Omah Mbudur Nuryanto mengatakan para seniman Borobudur sangat mengapresiasi hasil kerja Trie Utami dan kawan-kawan. Dikatakan Candi Borobdur ibarat lentera di mana orang yang berada jauh justru diterangi namun yang berada di dekatnya justru gelap. "Jika ingin maju warga Borobudur harus menyatu dengan lentera. Semoga Borobudur semakin mendunia. Kami bangga alat musik ini dimainkan pertama kali di Omah Mbudur," kata seniman pencipta kerajinan berbahan abu vulkanik Merapi tersebut.
Sementara itu, Camat Borobudur Nanda Cahya Pribadi mengatakan banyak warga Magelang yang belum tahu jika Candi Borobudur adalah perpustakaan kebudayaan yang luar biasa. Ia berharap Dawai Karma Wibangga ini akan menjadi tonggak kebangkitan budaya Borobudur.

"Ini bukan sekedar alat musik. Bayangkan abad VII masyarakat Borobudur sudah memainkan alat musik. Dalam suasana apa leluhur kita memainkan alat musik ini. Candi Borobudur adalah pusat kebudayaan, Borobudur tonggak kejayaan bangsa Indonesia," kata dia. ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.