A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Yang Ada di benak saya Menemukan Orang-orang Hilang itu dalam Kondisi Selamat

Widodo Anwari Bagian Humas dan Protokol

Drs. Jayadi Imam Nugroho, MT :
“ Yang Ada di benak saya Menemukan Orang-orang Hilang itu dalam Kondisi Selamat”

Drs. Jayadi Imam Nugroho, MT Kabid Rehabilitasi dan rekonsruksi BPBD Kabupaten Magelang, dalam kasus bencana tanah longsor banjir bandang di Grabag kali ini sebagai Koordinator Manajemen Posko Bencana.  Ketika  itu seorang kawan mengabarkan terjadi banjir Bandang di Kec. Grabag dan Ngablak,  Sabtu 29 April 2017. Tanpa pikir panjang, ia segera memacu kendaraannya menuju Desa Sambungrejo  dan Seloprojo.
Di tengah sayup-sayup raungan sirine tanda bahaya, niatnya terhenti, Kepanikan melanda. Sejumlah warga menangis histeris kehilangan kontak dengan sanak keluarga. Suasana mencekam ditambah dengan listrik yang padam. Menambah suasana kesedihan melanda warga masyarakat di kedua desa tersebut. 
“Yang ada di pikiran hanya bagaimana menemukan orang-orang hilang itu dalam kondisi selamat,” kata Jayadi, saat berbincang dengan “Suara Gemilang”.
Sejauh mata memandang, air  melumat pepohonan, kendaraan, juga bangunan. Bertabur abu pekat, dusun itu hancur. Bangunan roboh. Pohon bertumbangan. Tubuh-tubuh tak bernyawa bergelimpangan di jalan masuk dusun. Lamat-lamat, rintihan memilukan terdengar. Batu-batuan berserak dijalan-jalan, bahkan kampung-kampung penuh dengan timbunan tanah coklat, dan juga bebatuan disamping juga sampah dari kayu-kayu dari hutan. 
Di tengah situasi mencekam, sejumlah relawan segera mengevakuasi jasad-jasad itu ke rumah sakit terdekat. 
“Menurut  saya  sejak  saya  tugas  di BPBD  dari  Agustus 2015, bencana ini merupakan bencana yang terbesar yang saya alami, karena memakan korban jiwa yang banyak, bahkan Incident Comando (IC) /Komando Tanggap darurat langsung dilakukan oleh Bupati Magelang.” Tandas jayadi. 
Seperti bermain petak umpet dengan maut, relawan seperti Jayadi  harus siap dengan perhitungan risiko mengancam jiwa. Tak jarang mereka tewas di medan bencana. Meski begitu, bukan ancaman nyawa yang membuat relawan ciut, tapi justru pemandangan menyentuh hati.
"Saya paling nggak tega kalau melihat jasad wanita dalam kondisi memeluk anak. Tentara saja banyak yang nggak tega mengevakuasi," Imbuhnya. 
Dikatakan juga oleh Jayadi bahwa tak semua relawan berada di “garis depan”. Banyak relawan yang tersebar, mulai dari pos pengungsian, posko kesehatan, hingga dapur umum. Mereka terjun sesuai keahlian masing-masing, peran mereka tak kalah penting bagi korban bencana. “Selamat berjuang Kawan!!! ***) Widodo  Anwari.