A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/v2/application/controllers/Home.php
Line: 16
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/v2/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 139

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 139
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/setda/public_html/v2/application/controllers/Home.php
Line: 16
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/v2/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 165
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/v2/application/controllers/Home.php
Line: 16
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/v2/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 139

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 139
Function: _error_handler

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 165
Function: _userAgent

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/setda/public_html/v2/application/controllers/Home.php
Line: 16
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/v2/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/setda/public_html/v2/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/setda/public_html/v2/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/setda/public_html/v2/application/controllers/Home.php
Line: 16
Function: simpanPengunjung

File: /home/setda/public_html/v2/index.php
Line: 324
Function: require_once

Kabupaten Magelang
 

Wawancara dengan Kepala SDN Salaman 3 (Markamah, SPd, MPd). “Yang Mengajari Satu Huruf Saja Harus Kita Hormati, Apalagi Yang Mengajari Banyak Huruf”

WIDODO ANWARI Konten khusus



Wawancara dengan Kepala SDN Salaman 3 (Markamah, SPd, MPd).

“Yang Mengajari Satu Huruf Saja Harus Kita Hormati, Apalagi Yang Mengajari Banyak Huruf”

 

Guru telah melahirkan begitu banyak pahlawan hebat di muka bumi ini. Maka sudah sepantasnyalah kita menghargai jasa guru-guru kita, yang telah memberikan kita ilmu dan pengetahuan, mendidik kita ke arah kebaikan.

Guru sebenarnya merupakan sosok yang berada di masa depan. Proses pembelajaran yang dilakukan sekarang merupakan bentuk masa depan yang dibawa siswa ketika dewasa. Sosok guru saat ini adalah sosok siswa masa depan. Untuk itu, guru perlu dengan kekuatan batinnya mengajar dengan nuansa masa depan agar siswa benar-benar siap menghadapi masa depannya.

Kita bisa menulis, kita lancar membaca, pandai berhitung, kita diajari sopan santun, itu semua jejak kegigihan seorang guru dalam mendidik kita.  Diakui atau tidak, tak kan ada seorang presiden tanpa seorang guru, tak kan ada serang dokter tanpa seorang guru, tak kan ada seorang guru tanpa seorang seorang guru.

Berikut ini wartawan “SG” Widodo Anwari berhasil menemui seorang guru SD Salaman 3. Siswa-siswinya memanggilnya dengan Bu Guru Markamah. Orangnya santun, cerdas dalam tutur katanya,  Ibu yang memiliki dua orang anak ini menuturkan tentang suka dukannya menjadi seorang Guru.  Kami rangkum dalam sebuah laporan jurnalistik kurang lebihnya sebagai berikut. Tentu  dengan bumbu-bumbu menjadi sebuah laporan jurnalistik.

Sebagai pengajar, Bu Markhamah termasuk salah satu pengajar yang berdedikasi. Baginya, mengajar bukan hanya menjadi pekerjaan, tapi merupakan tanggung jawab besar yang harus ia kerjakan sebaik-baiknya. Mengajar bukan hanya memberi tahu, tapi juga mendidik, mengubah siswa dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mampu menjadi mampu, demi mencerdaskan generasi penerus bangsa. Berikut petikan wawancaranya, tersaji bagi anda pecinta majalah “Suara Gemilang”.

Menurut Ibu, Guru Pendidikan diera sekarang ini  seperti apa?

Guru telah mendekatkan sesuatu yang jauh dan bisa membuka pintu yang tertutup, Ilmu adalah cahaya kehidupan. Dengan ilmu, kita jadi tahu bagaimana beribadah kepada Alloh, dengan ilmu, kita jadi tahu bagaimana berhubungan dengan sesama manusia. dan yang mengajarkan semua ilmu adalah guru-guru kita. Dan ingat bahwa Untuk jadi seorang presiden kita harus pintar, untuk jadi seorang dokter kita harus pintar, untuk jadi seorang guru kita harus pintar, dan untuk jadi pintar, kita harus serkolah. Kenapa harus sekolah? Karena disanalah ada seorang guru yang siap untuk mendidik kita, siap untuk mengantarkan kita kepada yang kita cita-citakan.

Kedudukan guru sendiri bagaimana?

Begini ya, Yang mengajari satu huruf saja harus kita hormati, apalagi yang mengajari banyak huruf. Jadi jelaslah sudah begitu penting dan mulia kedudukan seorang guru dalam kehidupan kita. Ada pepatah yang mengatakan,”Guru digugu dan ditiru.” Artinya, seorang guru dipercaya dan menjadi teladan atau contoh bagi muridnya. Apapun yang dibicarakan dan dilakukan oleh seorang guru apalagi memang diperintahkan, kemungkinan besar akan diikuti oleh muridnya.Bahkan muridnya bisa mengembangkan lebih jauh daripada gurunya. Guru adalah orang yang berwenang dan bertanggungjawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah. Kepribadian adalah keseluruhan individu yang yang terdiri dari unsur psikis dan fisik. Dalam makna demikian, seluruh sikap dan perbuatan seseorang merupakan suatu gambaran dari kepribadian orang itu, asal dilakukan secara sadar.

Kalau menurut ibu sendiri, seorang guru itu sosoknya harusnya  seperti apa?

Sosok guru sangat berpengaruh dalam masyarakat. Guru selalu pada tempat paling tinggi. Mendapatkan amanah dari dari bangsa dan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa kearah yang lebih baik dan mulia. Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Tanggungjawab mengembangkan profesi pada dasarnya ialah tuntutan dan panggilan selalu mencintai, menghargai, menjaga, dan meningkatkan tugas dan tanggungjawab profesinya. Tanggungjawab dalam membina hubungan dengan masyarakat yang harus menempatkan sekolah sebagai integral dari masyarakat serta sekolah sebagai pembaharu masyarakat.

Kalau mengenai guru yang paling baik dan ideal ?

Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah.

Kog Tertarik menjadi seorang Guru awal mulanya bagaimana?

Menjadi guru adalah tugas mulia, oleh karena kita harus menjadi pendidik yang tidak hanya fokus pada apa yang kita sampaikan tapi lebih pada latar belakang siswa yang kita didik, tentang kepribadian dan prilaku mereka. Semua yang kita sampaikan akan berarti apabila kita mampu mengajak mereka secara pribadi untuk sama-sama mau mengembangkan diri. menjadi guru adalah sebuah tantangan dimana kita dituntut untuk bisa jadi yang terbaik untuk murid kita terlebih kapabilitas kita dipertaruhkan….di Indonesia menjadi guru hanya sebatas profesi tanpa ada kesadaran bahwa kita mengajar manusia bukan hewan otomatis kita tidak boleh menganggap anak sebagai objek….tetapi partner…so be teacher is give the best attitude….kept spirit.

Sukanya mengajar di SD N Salaman 3 apa?

Sukanya di SD dekat jarak dari rumah sampai Sekolah mempunyai sifat kekeluargaan guru di SD ini sangat baik disamping kerja  sama guru dengan Kepala Sekolah, guru dengan guru baik dan komunikatif, baik secara kedinasan  maupun kekeluargaan.

Dukannya?

Siswanya banyak yang nakal dan sulit untuk diaturnya, terutama  anak laki-lakinya, karena sebagian siswa berasal dari perkotaan dan berasal dari luar desa. Lokasi SD di pinggir jalan Raya tepat yang banyak kendaraan mobil besar dan sepeda motor yang berlalu lalang, sehingga mengganggu dalam proses pembelajaran karena terdengar suara bising kendaraan yang lewat.

Pesan dan Harapan Ibu, dihari Pendidikan Nasional ini ?

Saya sangat bersyukur akan adanya orang yang selalu konsen dalam pengembangan pendidikan dan ini merupakan proses pembentukan karakter SDM yang baik, ke depan tak ada lagi siswa yang bodoh, yang ada hanyalah siswa yang mampu memahami dan mempelajari bagaimana cara belajar bukan hanya belajar mata pelajaran tapi akan mampu menciptakan ilmu pengetahuan yang baru untuk generasi baru. Selain memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka, menurut pendapat saya untuk menjadi seorang guru yg baik ada satu hal (konsep) yg perlu diketahui sebagai modal dasar dalam menghadapi bermacam-macam karakter manusia dalam hal ini anak didik yaitu konsep “Manusia” dimana konsep itu akan memberikan pemahaman kepada kita bahwa manusia itu adalah mahluk yang Unik, Bio, psiko sosial dan spiritual yg berbeda-beda antara satu dengan yg lain, sehingga akan lebih memberikan pemahaman tentang konsep keberagaman dalam proses mengajar. Selamat Hari Pendidikan Nasional!!! ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.