A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 55
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 17
Function: browser_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 327
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 160
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 18
Function: os_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd038/public_html/index.php
Line: 327
Function: require_once

Setda Kabupaten Magelang

HAUL K.H. ABDURRHAMAN WAKHID (GUSDUR) PONPES AL-INAYAH DUSUN NGLARANGAN DESA SIDOAGUNG KECAMATAN TEMPURAN

Fri, 07 2019 dilihat: 55 kali

Sikap hidup dan laku perjuangan Gus Dur itu sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebar rahmat bagi seluruh alam.

Selama hidupnya Gus Dur juga selalu mengingatkan kita bahwa Negara Republik Indonesia adalah milik kita bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

Saya yakin Gus Dur pasti bersedih kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi; yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme dan terorisme.

Dan akhir-akhir ini yang kita lihat terutama yang ada di media sosial maupun yang ada di dunia nyata, kita sudah lupa atau lalai atau tidak mengerti, tidak bisa membedakan mana yang kritik, mana yang menghina, mana yang menghasut dan mana yang menghujat.

Kalau ini kita terus-teruskan, energi besar kita habis untuk hal-hal yang tidak perlu. Bisa kita lupa untuk menjalankan tugas kita sebagai manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, bermanfaat bagi keluarga, bermanfaat bagi tetangga serta bermanfaat bagi Negara, nusa dan bangsa.

Padahal kita seharusnya bersyukur, ketika banyak negara yang lain yang goyah mencari pedoman hidup tetapi kita telah mempunyai Pancasila. Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita telah mempunyai Pancasila. ***Widodo Anwari,S.sos